Rumah Pribadi Wali Kota Samarinda pun Air PDAM Tak Lancar

Layanan distribusi air PDAM di Kota Samarinda hingga kini masih saja terus dikeluhkan segala lapisan msyarakat.

Tak hanya warga biasa, bahkan Wali Kota Andi Harun pun tak luput merasakan belum memuaskannya pelayanan perusahaan plat merah tersebut.

Hal ini terungkap saat ia berbicara di hadapan masyarakat perumahan Sambutan Asri, Jalan Pelita 4, Jumat (12/06/2021) malam.

Pertemuan tersebut memang membahas permasalahan pelayanan air bersih yang tak kunjung mengalir beberapa bulan terakhir untuk 6 RT di perumahan setempat.

Di rumah pribadi maupun di toilet ruangan kerja saya di kantor sama, jika distribusi air tidak lancar maka kita harus bersedia ember, tangki hingga penampungan air dibawa sebagai alternatif cadangan air bersih sebagai pengganti jika tidak mengalir. Dan ini memang benar apa adanya yang sedang terjadi,” aku Wali Kota.

Kediaman mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini sendiri berada di Jalan Thoyib Hadiwijaya, akses menuju SMK Sekolah Pertanian Pembangunan (dulu SPMA. Red).

Tak jauh dari Jalan Wahid Hasyim 2, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara.

Sebelumnya, And Harun memberikan solusi agara warga Sambutan Asri bisa tetap merasakan pelayanan air bersih.

Di antaranya dengan menambah debit air ke booster (pompa pendorong).

Lalu solusi berikutnya memberikan pelayanan air tangki untuk di distribusikan ke warga yang bermukim di tiga segmen yaitu segmen sambutan asri bagian atas dan bahwa juga Handil Kopi.” saran Wali Kota.

Walaupun solusi yang dihasilkan masih belum sempurna, tapi akhirnya antara Wali Kota dan warga bersepakat dengan tawaran tersebut.

Wali Kota sendiri berharap agar Perumdam Tirta Kencana bisa merealisasikannya solusi tadi dengan maksimal.

GRATIS SEBULAN

Tak itu saja, mantan Wakil Ketua DPRD provinsi Kaltim ini juga memberi bonus keringan kepada masyarakat dengan membebaskan pembayaran tagihan air untuk bulan Juni.

Ia mengakui keluhan masyarakat tadi mengenai pelayanan air bersih yang belum maksimal sangat beralasan.

Hal ini menurut Andi Harun karena masih adanya kebocoran pipa sambungan milik Perumdam yang mencapai rata-rata 38 persen dari total produksi.

Oleh sebab itu untuk jangka menengah kita akan anggarkan pengadaan pipa untuk dipakai menyambung mulai dari arah Makroman hingga ke Pelita 5 nantinya,” katanya.

Saat ini, sambung dia, progres pengerjaannya masih menunggu hasil lelang.

Setidaknya apabila Juni ini atau Juli depan sudah diumumkan, maka penyelesaian pekerjaan paling lama 6 bulan.

Tapi kita usahakan 4 bulan bisa maksimal,” urainya sebagaimana dilansir Kominfonews.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda