Samarinda Jadi Tempat Sembunyi Komplotan Alap-Alap Baterai Tower

Dua orang alap-alap atau pencuri baterai tower provider telekomunikasi ditangkap di Kota Samarinda.

Keduanya merupakan bagian dari sebuah komplotan yang beraksi di sejumlah kota di Pulau Jawa.

Identeitas para tersangka yakni Ganyong (30) dan SN alias Tuyul (34), warga Desa Pacin,  Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Tiga anggota kawanan tersebut masih dalam pengejaran.

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Dzaki Zul Qornain mengungkapkan, pihaknya menerima laporan kasus pencurian pada Selasa, 31 Oktober 2017 lalu, di BTS Tower, Desa Mulyoagung.

“Di tempat itu, kawanan ini menggasak 4 buah baterai dengan merk SHOTO,” jelas Dzaki, Minggu (14/1/2018).

Selain mencuri baterai milik Telkomsel, kawanan ini juga menggondol barang serupa milik operator lain di antaranya PT XL dan PT Three, masing-masing 4 unit.

Mereka diringkus pada Rabu (10/1/2018).

“Dari hasil pengembangan, kedua pelaku ini mengaku telah melakukan pencurian di sejumlah tempat di wilayah Bojonegoro, masing-masing di Malo, Kalitidu, Balen, Kepohbaru dan Sugihwaras,” imbuh Wahyu.

Selain di wilayah Bojonegoro, komplotan ini juga menggarong baterai lokasi berbeda di antaranya masing-masing 2 lokasi di Gresik, Lamongan, dan Nganjuk, sedangkan di Tuban (3) dan 4 di Jombang.

Baterai-baterai curian dijual ke pengepul dengan harga Rp8 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram.

Hasil penjualan dibagi rata masing-masing antara Rp700 ribu hingga Rp800 ribu.

“Batterai yang telah dicuri sebanyak 480 buah dan dijual kepada 2 orang, yaitu NR warga Bojonegoro dan YK warga Desa Duyungan Kecamatan Balen yang berporfesi sebagai pengepul rosok,” lanjut Wahyu.

Dalam melancarkan aksinya, para pelaku menggunakan mobil rental.

Menyitir Teras Jatim, kedua pelaku sudah ditahan dan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan (curat) dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda