Soal Retak di Flyover Air Hitam, Penjelasan Ahli Konstruksi dari Unmul Bikin Warga Tenang

Warga masyarakat tak perlu merasa khawatir jika melintasi flyover Air Hitam, Samarinda. Meski terdapat retak, namun dipastikan tidak sampai mengancam konstruksinya.

Pasalnya, instansi terkait telah melakukan perbaikan dan terus mengawasi.

Terlebih menurut ahli konstruksi dari Universitas Mulawarman (Unmul), Dr Tamrin Rahman ST MT, retakan di dinding oprit adalah hal yang lumrah dan tidak berdampak terhadap konstruksi jembatan.

“Hanya didudukkan di atas aspal. Karena berat, maka terjadilah konsolidasi,” jelas dosen Fakultas Teknik ini.

Lebih jauh, ia menerangkan jenis tanah di kawasan tersebut yang mempengaruhi munculnya retakan.

“Di sekitar Jalan A Wahab Sjahranie tanahnya jenis lempung, memang harus terjadi konsolidasi, itu lumrah. Lagi pula flyover tidak alami penurunan, bagian oprit memang iya,” bebernya.

Mengenai retakan yang terjadi pada sisi kiri dan kanan bagian tersebut, disebabkan bagian tersebut tertarik.

Menurutnya, tanah yang ditimbun sudah tidak menyatu dengan beton di atasnya.

Itu dikarenakan oprit di sisi Jalan AW Sjahranie sudah disanggah dengan tiang pancang.

“Makanya sekarang sudah tidak bergerak,” sebutnya.

Pemancangan tersebut untuk menjaga agar tidak terjadi penurunan berlebihan.

Ia menegaskan kembali, terjadinya retakan adalah hal biasa.

SENGAJA DIBUKA

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Ir H Hero Mardanus Setyawan MT.

Ia mengatakan pengendara tak perlu merasa cemas.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan PT Wika selaku kontraktor pelaksana flyover itu dan berkonsultasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum.

Ia dan jajarannya beserta Komisi III DPRD Kota Samarinda telah pula meninjau ke lokasi pada Kamis (2/8/2018) lalu.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Samarinda, Haimi Tauvani menambahkan penjelasan soal sejumlah foto yang beredar di media sosial.

Ia meluruskan bahwa retakan yang terlihat di foto-foto tersebut bukanlah akibat kerusakan,  tapi sengaja dibuka untuk mengetahui kondisi bagian dalamnya.

“Hasil pemeriksaan tidak ada yang rusak. Jadi kami imbau masyarakat jangan khawatir,” ujar pejabat yang akrab disapa Opan ini.

Disampaikan pula bahwa retakan muncul karena ada pergerakan tanah.

Penjelasannya ini selaras dengan pendapat ahli konstruksi dari Unmul, Thamrin Rahman.

Jadi, sekali lagi retakan di flyover Air Hitam tak perlu dikhawatirkan karena persitiwa yang wajar terjadi.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *