Tak Perlu Antre, 16 Warga Kaltim Mendadak Naik Haji, kok Bisa?

Ibadah haji, Rukun Islam yang kelima ini memiliki pesona yang luar biasa.

Berhaji merupakan sebuah panggilan.

Apapun pekerjaan atau profesi seseorang, usia dan bagaimana pun kondisi keuangannya, jika Allah memanggil ke Tanah Suci, niscaya ia akan sampai kesana.

Tak ada kata mustahil.

Hal inilah yang tengah dialami 16 orang warga Kaltim dalam musim haji tahun ini.

Bagaimana tidak, mereka tak perlu menunggu antrean bertahun-tahun untuk bisa melihat langsung Baitullah.

Kesannya memang agak mendadak lantaran menggantikan posisi saudara atau kerabat mereka.

Sekretaris Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan, Abdul Khaliq menjelaskan, 16 calon haji (calhaj) yang digantikan kerabatnya itu karena secara tiba-tiba tidak siap ikut berhaji, antara lain karena sakit, sehingga saudaranya boleh menggantikan.

Selain itu, ada pula sebanyak 14 calhaj dari sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Timur gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2017, karena berbagai sebab.

“Mereka yang gagal berangkat itu, masing-masing tujuh orang meninggal dunia, sakit keras empat orang, dan tiga orang hamil,” terangnya.

Mereka sedianya menjadi bagian dari 5.792 orang jamaah yang berangkat melalui Embarkasi Balikpapan sejak pekan lalu.

“Kami sebut dengan istilah jemaah yang lunas tunda berangkat. Sudah lunas bayar, sudah berniat naik haji, tetapi kemudian di detik terakhir mau berangkat tertunda karena suatu halangan,” jelas Khaliq.

Halangan yang dimaksud ialah meninggal dunia, sakit keras, hamil, atau mundur karena suami atau istri yang bersangkutan juga gagal berangkat.

Untuk calon haji yang meninggal dunia, semua biaya yang sudah dilunasi akan dikembalikan lagi kepada ahli waris atau keluarga.

“Namun, pengembalian uangnya tidak bisa segera, menunggu beberapa bulan dahulu barulah nanti bisa dicairkan,” kata Abdul Khaliq.

Sementara untuk calon haji perempuan yang hamil ditunda keberangkatan pada musim haji berikutnya dengan syarat tidak lagi hamil dan sehat dari semua penyakit.

“Jadi, orang hamil uangnya tidak dikembalikan, tapi disimpan untuk berangkat tahun mendatang. Kalau nanti ada kenaikan biaya, calon haji hanya menambahkan kekurangan menyesuaikan harga baru,” tambah Khaliq.

Pada musim haji 2017, calhaj yang diberangkatkan melalui Embarkasi Balikpapan sebanyak 5.792 orang dan para petugas pendamping.

Mereka dibagi dalam 13 kelompok terbang.

Jumlah tersebut bertambah 1.508 orang dibanding musim haji tahun lalu.

Namun ribuan calhaj itu termasuk jemaah dari Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.

Semuanya masuk bergiliran ke Asrama Haji Batakan untuk persiapan akhir keberangkatan.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda