Tas Mewah Disita KPK, Rita: Tak Apa-apa, Harta Dunia Itu

Bupati Kutai Kartanegara non aktif Rita Widyasari tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kali pertama Rita diperiksa sebagai tersangka dalam kasus TPPU yang tiga hari yang lalu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat tiba di gedung merah putih, Rita mengaku pasrah dengan barang-barang berharga yang disita oleh KPK.

Pasalnya penyidik lembaga anti rasuah telah menyita puluhan tas mewah, dan sejumlah barang berharga milik Bupati Rita.

“Iya tidak apa-apa, harta dunia itu,” kata Rita dengan singkat sebelum diperiksa penyidik terkait kasus TPPU, Jumat (19/1/2018).

Sebelumnya diketahui, tas tersebut disita KPK terkait dugaan TPPU yang dilakukan Rita Widyasari dan rekannya yakni Kh.

Rita diduga melakukan pencucian uang hasil korupsi sebesar Rp436 miliar

Bahkan Rita juga cuek dan mengaku pasrah apabila tim penyidik KPK menyita sejumlah asetnya terkait pencucian uang.

Dia tidak membantah bahwa asetnya tersebut merupakan hasil dugaan tindak pidana korupsi‎. “Iya TPPU ya,” sambungnya.

Rita diduga menyamarkan hasil tindak pidana korupsinya dengan menggunakan nama orang lain untuk membelikan sejumlah aset yang di antaranya merupakan puluhan tas mewah bermerk, Luis Vuitton, Hermes, dan ‎Gucci.

Rita diduga melakukan tindak pidana pencucian uang bersama-sama dengan Komisaris PT  MBB, Kh.

Atas perbuatannya, Rita dan Kh ditetapkan dua pasal yakni, Gratifikasi dan TPPU.

Mereka diduga menerima Rp 436 miliar yang merupakan suap dan gratifikasi terkait proyek, perizinan, dan pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama menjabat sebagai Bupati Kukar periode 2010-2015 dan 2016-2021.

Atas perkara TPPU tersebut, penyidik KPK telah menyita tiga mobil milik Rita, dua apartemen di Samarinda, 40 tas branded, jam tangan, hingga perhiasan mewah.

Rita dan Kh disangkakan melanggar Pasal 3 dan 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *