Tempe Bikin Wali Kota Samarinda Tak Happy saat di Pameran Pangan, Ini Penyebabnya

Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun membuka secara resmi gelar pangan murah yang berlangsung Senin (04/04/2021) pagi, di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Samarinda, Jalan Perjuangan.

Sedikitnya ada sebanyak 40 tenant dengan berbagai produk kebutuhan pokok yang mengisi kegiatan pagan murah tadi, dimana gelaran ini sendiri akan berlangsung hingga Selasa besok.

Wali kota dalam kesempatan itu memberikan apresiasi atas inisiasi Dinas Ketahan Pangan yang telah mengelar kegiatan tersebut dalam menyambut bulan suci ramadhan.

Setidaknya kita patut bersyukur dengan hadirnya kegiatan ini karena sangat membantu masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sebelum menghadapi ramadhan. Harapan saya semoga gelaran yang sama bisa dilaksanakan kembali dengan menjangkau ke wilayah yang lebih luas lagi untuk membantu warga,” kata Andi Harun mengawali arahannya.

Ia juga memberikan catatan kepada panitia pelaksana agar kedepan dalam menyelenggarakan kegiatan pangan murah bisa lebih memprioritaskan menjual hasil produk lokal.

Seperti tadi saya liat ada yang jual tempe, tapi sayang diproduksi dari Banjar Baru padahal warga kita banyak yang bisa bikin tempe, ini yang membuat saya kurang happy padahal kegiatannya sudah oke,”singgung Wali Kota seraya bercanda.

Begitu pun dengan produk beras yang sudah dihasilkan para petani Samarinda yang dijual pagi itu, Andi Harun memberi masukan terkait masalah sistem packaging agar bisa lebih disempurnakan.

Sedangkan jangkauan produksi yang masih belum memenuhi kebutuhan untuk warga Samarinda, dirinya masih mempertimbangkan untuk memperluas lahan pertanian.

Penyediaan lahan ini masih skema pertama, untuk skema kedua bisa saja kita membangun RPU atau gilingan padi beserta gudang produksinya di pulau Sulawesi, toh kebutuhan beras kita juga masih diimpor dari sana, setidaknya walaupun gabahnya dibeli dari petani Sulawesi tapi diproduksi dengan alat dari Samarinda,” ungkapnya.

Oleh itu, sambung Wali Kota, pentingnya inovasi dan kreatifitas tadi.

Tujuannya agar produk warga Samarinda mendapat nilai lebih dimata konsumen.

Maka, ia pun memberikan tantangan kepada OPD di lingkungan Pemkot yang membawahi keterlibatan UMKM agar membuat konsep hingga road map bisnis mulai dari produksi sendiri hingga akhirnya bisa diterima dalam dunia pasar.

Kalau ada silakan ajukan ke Wali Kota, saya jamin Pemkot selalu backup baik itu dari sisi anggaran, sehingga kedepan kita sudah mulai mengurangi budaya menjual produk dari luar melalui event seperti ini,” tutupnya sebagaimana dilansir Kominfo.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda