Ternyata Lantai Beton Jembatan Mahkota II yang Bergelombang

Pasca uji beban oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), publik Samarinda seperti diketahui dikejutkan temuan bahwa Jembatan Mahkota II belum bisa digunakan lantaran ada sejumlah masalah, salah satunya disebutkan permukaan aspal yang bergelombang.

Namun siapa sangka, kini fakta lainnya terungkap. Ternyata bukan hanya permukaan lapisan aspal yang bergelombang, tapi di lapisan bawahnya yakni struktur lantai beton jembatan telah lebih dulu mengalami hal itu. Informasi ini diungkapkan pihak kontraktor pengaspalan badan jalan Jembatan Mahkota II, PT Cahaya Kemenangan Mahakam (CKM).

PT CKM merupakan pemenang tender pengaspalan Jembatan Mahkota II dengan harga penawaran Rp12.664.838.000, didanai APBD Kota Samarinda tahun 2016. “Aspal bergelombang akibat beton lantai yang bergelombang, aspal mengikuti lantai beton yang ada, jadi aspal bergelombang bukan tanggung jawab PT CKM,” jelas Ir Marthen Randa, pimpinan perusahaan yang beralamat di kawasan Karang Asam itu.

Hal senada disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Mahkota II, Ahmad Husein. Ia menegaskan, tanggung jawab untuk memperbaiki jalan bergelombang itu ada pada PT Agrabudi Karya Marga, kontraktor yang membangun jembatan tersebut. “Bukan (PT CKM), tapi Agrabudi,” terang pejabat murah senyum ini saat ditanya siapa yang harus bertanggung jawab.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Samarinda, Didi Lesmana Hakim memastikan PT Agrabudi telah bersedia melakukan perbaikan. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kontraktor,” ujarnya. Hanya saja sejauh ini belum diketahui kapan perbaikan itu akan dilaksanakan.

STRUKTUR BERGESER

Pada 2015 lalu, kalangan wakil rakyat pernah mengungkapkan adanya pergeseran struktur pada Jembatan Mahkota II. Namun belum ada yang memastikan apakah kondisi jalan bergelombang saat ini terkait dengan temuan pergeseran struktur pada dua tahun silam tersebut.

“Saat kami meninjau, diketahui ada pergeseran struktur dan harus ditambah struktur baru. Sehingga pekerjaan harus ditambah lagi,” beber Anggota DPRD Samarinda, Adi Gustiawarman, kala itu.

Kata Adi, jembatan belum kelar saja sudah ada pergeseran struktur. Dia khawatir, ketika jembatan sudah dioperasikan, ada pergeseran lagi. “Itu membahayakan. Pemkot harus pertimbangkan hal itu. Jembatan dipakai untuk orang banyak,” lanjut dia.

Adi menyebut, PT Agrabudi Karyamarga selaku kontraktor Mahkota II, tidak jelas rekam jejaknya. Menurut dia, ada banyak kontraktor yang berpengalaman membangun jembatan. “Yakinkah jembatan itu bisa selesai? Dengan struktur jembatan lama, apa yakin bisa awet?” kata dia. (hk)

 

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *