Ternyata Rumah Mantan Walikota Samarinda Itu Sudah 4 Kali Dirampok, Jl Basuki Rahmat Rawan Kriminalitas?

Aksi kriminalitas di Kota Samarinda kian merisaukan. Bahkan bisa dipastikan saban hari ada saja terdengar warga yang menjadi korban penjahat. Mulai dari pencurian, penjambretan, bahkan perampokan.

Beberapa hari lalu, publik di ibukota Provinsi Kalimantan Timur inipun digegerkan berita aksi perampokan. Bahkan kali ini menyasar rumah mantan Walikota Samarinda ke-4, Anang Hasyim, di Jalan Basuki Rahmat No 3.

Dua perampok yang mengendarai motor jenis sport berhasil membawa kabur uang Rp300 ribu beserta 1 laptop di pagi hari itu. Penjaga rumah bernama Tamsil yang berusia 70 tahun tentu tak dapat melawan dan pasrah ketika kedua tangannya diikat.

Namun yang cukup mengagetkan ternyata rumah tersebut telah berulangkali mengalami kejadian hampir serupa. “Di rumah ini sudah 4 kali dirampok. Rencananya (rumah) mau dijual tapi belum laku,” aku Hajirin, putra bungsu almarhum Anang Hasyim.

JL BASUKI RAHMAT RAWAN?

Pengakuan ini seolah menyiratkan bahwa kawasan tersebut memang terbilang cukup rawan aksi kriminalitas. Laporan sejumlah media mengenai ulah para bandit di sepanjang Jalan Basuki Rahmat ikut menegaskannya.

Senin, 4 Februari 2013 silam, kawanan perampok bersenjata api menggasak sejumlah perhiasan milik nasabah di brankas Kantor Unit Pegadaian Syariah Basuki Rahmat, setelah menyekap satpam dan seorang karyawan.

Waktu kejadian juga pagi hari seperti peristiwa di rumah almarhum Anang Hasyim. Namun kerugian materi lembaga berslogan ‘Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah’ itu cukup besar, yakni Rp6,7 miliar.

Selasa, 28 Januari 2014, Rudy Susanto (27 tahun), warga Jalan Pulau Banda, RT 5, Kelurahan Karang Mumus, Samarinda Kota melapor ke polisi. Uang tunai sebanyak Rp139.096.000 milik PT Sumber Abadi Indonesia, distributor bahan bangunan tempat Rudy bekerja raib.

Uang tersebut hilang saat Rudy meletakannya di bawah jok motor Honda Vario nopol KT 3614 WL. Saat itu Rudy parkir di halaman Kantor Graha Pemkot, di Jalan Basuki Rahmat.

Ironisnya, uang yang dimasukkan ke dalam amplop cokelat tersebut hilang hanya dalam waktu cuma 5 menit. Saat itu Rudy tengah sibuk melakukan pengurusan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Usaha (SIU). Saat mengetahui uang yang baru dicairkan dari Panin Bank itu hilang, Rudy langsung melaporkannya ke Polsekta Samarinda Ilir.

Senin, 19 Oktober 2015, seorang PNS di lingkungan Pemprov Kaltim, kehilangan uang Rp20 juta, yang diletakannya di dalam mobil. Padahal, Junainah (42), pejabat di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kaltim itu memarkir mobil di tempat parkir kantornya.

Kantor di tepi Jalan Basuki Rahmat itu sebenarnya dijaga petugas keamanan. Namun anehnya, sering terjadi pencurian di instansi pemerintah tersebut.

Nah, beberapa bulan lalu atau tepatnya Rabu, 29 Juni 2016, kembali terjadi sebuah perampokan di Jalan Basuki Rahmat. Tapi, peristiwa saat menjelang buka puasa itu sasarannya adalah mesin ATM.

Aksi para perampok dengan wajah tertutup itu tergolong nekat. Pasalnya, mereka beraksi saat lalu lintas di kawasan tersebut sedang ramai. Bahkan, dua bangunan di sebelahnya juga terbilang ramai, yakni Apotek dan RS Bhakti Nugraha.

Gerombolan garong bahkan menganiaya salah satu teknisi PT Swadharma Sarana Informatika (SSI), Joko (24). Diketahui, sebelum perampokan, Joko hanya seorang diri melakukan perbaikan terhadap ATM tersebut. Diduga, Joko sudah dipantau dari jauh oleh komplotan yang menggunakan mobil jenis Kijang warna silver.

Setelah menganiaya Joko dalam ruang ATM, korban dibawa kawanan perampok itu ke mobil. Nah, sementara uang yang sudah berada di luar mesin sebanyak dua boks senilai Rp 147 juta turut dibawa.

Kawanan perampok itu lalu menurunkan korban dengan mata masih tertutup dan kaki serta tangan yang terikat di Jalan Ring Road, Loa Bakung, Sungai Kunjang. (*)

 

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *