Transmigrasi ke Kaltim, Diberi Uang Jutaan dan Rumah Dengan Tanah 1 Ha

Minat masyarakat di Pulau Jawa untuk bertransmigrasi ke Kalimantan Timur (Kaltim) masih cukup tinggi.

Buktinya sampai saat ini ada 44 kepala keluarga (KK) yang merupakan warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah  yang sudah mendaftar.

Namun lantaran keterbatasan kuota, baru lima KK yang bisa diberangkatkan.

”Pemberangkatan transmigran melalui pemikiran panjang dan mereka meyakini ada sebuah tempat yang lebih baik. Sehingga mereka yang berasal berbagai kecamatan ikut transmigrasi ke Kaltim,” ujar Bupati Batang, Wihaji saat acara pelepasan, beberapa hari lalu dilansir Suara Merdeka.

Menurut dia, ada sejarah, warga Batang sukses di Kaltim.

Saat pulang kampung, yang bersangkutan menceritakan kepada saudara dan tetangganya.

Dari cerita itu, cukup banyak warga tertarik ikut transmigrasi ke salah satu wilayah di Pulau Kalimantan itu.

Dia menuturkan, peserta program tranmigrasi ini berdasarkan keinginan sendiri.

Pemkab tetap akan memantau keberadaan mereka di lokasi yang baru.

Masing masing transmigran mendapat fasilitas uang pembinaan Rp5 juta, tanah satu hektar dan rumah, serta biaya hidup selama 1,5 tahun.

”Kami tetap memantau sampai sejauh mana di lokasi baru di Kaltim, karena pemerintah masih ikut bertangung jawab,” tandasnya.

ADA ANGGOTA TNI

Kepala DPMPTSP dan Nakertrans Sri Purwaningsih mengatakan, transmigrasi itu merupakan program pada 2017 melalui pola sharing APBD Provinsi Jateng untuk 100 KK.

Alokasi untuk Kabupaten Batang 5 KK dengan daerah tujuan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kaltim.

Mereka yang berangkat salah satunya adalah anggota TNI yakni Peltu Dul Basar personel Kodim 0736 bersama lima anggota keluarganya, asal Kelurahan Watusalit Kecamatan Batang.

Mereka berangkat ke lokasi Kamis (30/11) dengan kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Tarakan via Makassar, Sulsel. Sebelumnya, mereka transit di Tugu Semarang,” ujar Sri Purwaningsih.

Peltu Dul Basar menuturkan, dia dan keluarganya mantap untuk transmigran.

Sebagai anggota TNI, dia mempunyai keinginan ikut membangun Indonesia terutama ketersediaan pangan melalui pertanian.

”Setelah kami ikut pelatihan pertanian, kami sekeluarga mantapkan transmigrasi. Saya sejak kecil bertani karena tidak punya lahan sehingga harus sewa, lewat transmigrasi ke sana akan mengembangkan pertanian,” jelasnya.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda