Kaltim Waspadai Kemarau, Sungai SKM di Samarinda Surut dan Menghitam

Saat ini Indonesia telah memasuki musim kemarau, termasuk wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Masyarakat patut mewaspadai dan selalu berhati-hati akan potensi bencana pada musim kemarau ini.

Sebab menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kalimantan Timur, pada musim tersebut rentan terjadi adanya peristiwa kebakaran.

Terutama aktivitas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Musim kemarau biasanya kami dihadapkan pada persoalan meningkatnya kejadian kebakaran. Masyarakat harus mewaspadai aktivitas Kebakaran Hutan dan Lahan dan menghimbau masyarakat dapat memanfaatkan sumber air bersih secara bijak agar tidak sampai mengalami bencana kekeringan,” ungkap Kepala BMKG Kaltim Ibnu Sulistyo, Senin (12/08/2019).

Menurut Ibnu, secara umum hampir seluruh wilayah di Kaltim pada Agustus ini telah memasuki musim kemarau.

Selain itu, kemarau pada tahun ini diprediksi lebih panas dibandingkan kemarau tahun-tahun sebelumnya sehingga masyarakat diminta mewaspadai kondisi ini.

“Prediksi BMKG memprediksi puncak musim kemarau mulai terjadi pada bulan Agustus hingga September ini terutama untuk kawasan di sekitar Kabupaten Kutai Timur bagian timur dan Kabupaten Berau bagian tenggara. Musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih kering dan terasa panas terik dari pada tahun sebelumnya,” ucapnya.

Namun diakuinya, meski telah masuk puncak musim kemarau, BMKG menyatakan beberapa kawasan di Kaltim masih yang memiliki potensi curah hujan.

Beberapa wilayah tersebut seperti Kabupaten Mahulu, Kabupaten Paser bagian tenggara, Kabupaten Kutai Timur bagian barat, Kabupaten Kutai Kartanegara bagian utara dan Kabupaten Berau bagian barat.

“Musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali. Beberapa daerah diprediksikan masih berpeluang mendapatkan curah hujan. Tetapi, sementara untuk Balikpapan dan sebagian wilayah Paser puncak musim kemarau mengalami keterlambatan karena baru terjadi pada bulan Oktober mendatang,” imbuh Ibnu.

SKM SURUT

Sementara itu, pantauan di Kota Samarinda, musim kemarau membuat Sungai Karang Mumus (SKM) kian surut dan dangkal.

Airnya kian menghitam dan berbau.

Di tepi anak Sungai Karang Mumus (SKM) itu tampak sampah berserakan dan menumpuk di atas lumpur bantaran yang mulai mengering.

Tonton videonya yang direkam pada Senin 12 Agustus 2019 sore, di bawah ini.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *