Warga Samarinda Heran Lihat Banjir Kali Ini, Ramalan BMKG pun Ternyata Beda

Ribuan warga Kota Samarinda saat ini tengah berjuang menghadapi kepungan banjir.

Sejumlah lokasi di ibukota Provinsi Kalimantan Timur ini terendam sejak Jumat (07/06/2019).

Wilayah terparah berada di Kecamatan Samarinda Utara, khususnya dialami masyarakat Perumnas Bengkuring, Sempaja.

Di perumahan warga relokasi eks Sungai Karang Mumus (SKM) itu, dilaporkan Senin (10/06/2019), ketinggian air bahkan telah mencapai dada orang dewasa.

Sejumlah kawasan lainnya juga ikut tergenang antara lain Jl Gerilya, DI Panjaitan dan sekitarnya, Kelurahan Mugirejo, beberapa lokasi di Kelurahan Lempake, Gunung Lingai, Jl Wahid Hasyim, Abdul Wahab Syahranie, Pangeran Suryanata, dan Jl Juanda.

Banjir di Samarinda mengalami perluasan ketimbang beberapa hari sebelumnya karena selain akibat hujan, juga karena luapan air dari hulu sungai, termasuk hulu SKM.

Bahkan Bendungan Benanga juga mengalami peningkatan volume dan pintu ukur air bendungan sudah di garis kuning yang menandakan status waspada.

Meski cuaca sejak pagi hingga siang ini cukup terik, namun ketinggian genangan air atau banjir bervariasi.

Sebagian kawasan mulai surut, tapi di daerah pemukiman yang lebih rendah justru makin naik, antara lain di Bengkuring dan bagian dalam Perumahan Bumi Sempaja.

Naiknya genangan air di kawasan yang lebih rendah terjadi karena beberapa hal antara lain limpasan air dari kawasan yang lebih tinggi yang sebelumnya sempat tergenang, kini sudah surut guna mencari kawasan yang lebih rendah karena sifat air memang demikian.

Menurut Birawan Arif, warga Perumahan Bumi Sempaja Samarinda, pagi tadi hanya di halaman rumah yang terendam banjir, namun siangnya justru genangan airnya naik dan masuk ke ruang tamu.

Biasanya, kata pemukim yang rumahnya dekat dengan bantaran SKM ini, ketika terjadi banjir, ketinggian air hanya sampai di jalanan.

Namun ia heran karena kali ini airnya sudah masuk ke ruang tamunya.

“Tadi pagi banjir di depan rumah saya masih di bawah lutut, tapi airnya terus naik dan sekarang hampir sepinggang saya,” ucap Arif.

RAMALAN BMKG

Di sisi lain, mengutip data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebelumnya diprakirakan potensi banjir wilayah Kota Samarinda berada di tingkat rendah.

Bahkan dari Peta Prakiraan Daerah Potensi Banjir Kalimantan Timur Juni 2019 yang dirilis BMKG, tak satupun daerah di Kaltim yang memiliki potensi menengah, apalagi tinggi.

Namun kenyataan di lapangan justru berbeda dengan ramalan tersebut.

Karena seperti diketahui di bulan ini banjir terjadi di Kota Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Tenggarong.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *