SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan
Event  

LPPOM MUI Kaltim Cetak Ratusan Pelatih Kader Dakwah Halal

LPPOM MUI Kaltim Cetak Ratusan Pelatih Kader Dakwah Halal

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Provinsi Kalimantan Timur baru saja melaksanakan kegiatan training of trainer (TOT).

“TOT atau pelatihan pelatih kader dakwah halal. Jadi pelatih, khususnya mahasiswa maupun pelaku usaha serta pegiat halal se-Kalimantan Timur, yang diikuti kurang lebih 171 kader,” ungkap Direktur LPPOM MUI Kaltim, drh H Sumarsongko.

Ini disampaikan dalam sambutan pada Halal Bihalal di Restoran Yen’s Delight, Samarinda, Ahad (29/05/2022).

Diharapkan, kader dakwah halal bisa menyampaikan dinamika suatu kehalalan produk.

“Produk apa saja yang sudah halal dan produk apa saja yang harus dihindari,” ujarnya.

Walaupun, sambung dia, sudah cukup jelas di Alquran maupun di as-sunah atau hadits, ternyata setiap diadakan pelatihan atau evaluasi selalu ada saja kekurangan-kekurangannya.

“Jadi dengan pertimbangan itu, kami mengadakan pelatihan bagi kader dakwah halal,” katanya.

Beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Balikpapan, Universitas Mulawarman, UMKT, Politeknik Negeri Samarinda, dan Politani mengirimkan peserta.

“Walaupun lewat online atau aplikasi zoom itu beberapa kadernya, agar komunitas mereka bisa memahami bagaimana sertifikasi halal,” bebernya.

Dan bagaimana Kaltim yang bercita-cita menjadi salah satu provinsi halal, mengingat Kaltim mendapatkan tempat yang terhormat lantaran menjadi IKN.

“Kita ketahui bersama, di seputaran Sepaku khususnya dan PPU serta daerah penyangga, itu nanti akan kedatangan mulai dari 500.000 orang, sampai optimalnya itu 2 juta orang,” ulasnya.

Dalam proses menuju ke sana itu, kata Sumarsongko, perlu disiapkan mulai dari rumah makan yang halal, buah tangan yang halal dan lain lain.

Terlebih, mengingat di dunia ini justru yang dominan penggiat halal itu justru dari negara-negara seperti Thailand, Brazil, Korea, Jepang, dan Taiwan.

“Kita yang mayoritas Islam ini masih di belakang, sehingga harapannya ke depan, khususnya Kaltim itu bisa jauh-jauh hari menyiapkan diri menjadi provinsi halal,” harapnya. (MH)