Soroti Penghentian Kasus Tanah Rp17 M di Marangkayu, JAM Nusantara akan Datangi Kejati Kaltim – Kejari Kukar dan Lapor Komisi Kejaksaan

Soroti Penghentian Kasus Tanah Rp17 M di Marangkayu, JAM Nusantara akan Datangi Kejati Kaltim - Kejari Kukar dan Lapor Komisi Kejaksaan

HARIANKALTIM.COM – Keputusan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Kartanegara (Kukar) yang menghentikan proses terhadap kasus dugaan penjualan tanah negara di Santan Ulu, Marangkayu, memantik sorotan tajam dari sejumlah pihak.

Salah satunya datang dari Jaringan Aksi Mahasiswa (JAM) Nusantara yang menilai kasus bernilai Rp17 miliar itu layak ditelisik kembali.

Sebab selain dugaan terkait tanah negara yang disebut-sebut Area Penggunaan Lain (APL), terdapat pula dugaan sebagian lahan kepemilikannya fiktif.

“Kami akan segera pertanyakan hal ini ke pihak Kejaksaan, baik Kejari Kukar maupun Kejaksaan Tinggi, dan kami juga akan menghubungi Komisi Kejaksaan,” ungkap Koordinator JAM Nusantara, Sukardan kepada media ini, Selasa (31/10/2023).

Ia menegaskan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan aksi damai di Kejari Kukar dan Kejati Kaltim.

“Kami berharap bisa mendapatkan penjelasan langsung dari pejabat kejaksaan terkait, agar kasus ini menjadi terang benderang. Sebab kasus ini sudah lama dihentikan, tapi ternyata baru sekarang ketahuan,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, pihak kejaksaan telah menghentikan proses penanganan terhadap kasus dugaan penjualan tanah negara senilai Rp17 miliar di Marangkayu, Kutai Kartanegara.

Penghentian ini disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tenggarong, Fariz Oktan, setelah melakukan pengumpulan data dan klarifikasi wawancara.

Hasilnya menunjukkan bahwa tanah yang dipermasalahkan bukanlah tanah negara atau aset desa.

Penghentian ini telah dilakukan pada Februari 2023, dan kasus ini dianggap sebagai perdata, bukan pidana. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com