HARIANKALTIM.COM – Ziarah ke makam Sultan Aji Imbut dan para raja Kutai Kartanegara Ing Martadipura menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk merefleksikan perjalanan sejarah sekaligus arah pembangunan daerah.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin, jajaran Forkopimda dan pejabat Pemkab Kukar melaksanakan ziarah di kawasan Museum Mulawarman, Tenggarong, Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-244 Kota Tenggarong.
Ziarah dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang memiliki peran penting dalam perjalanan Kesultanan Kutai Kartanegara sekaligus perkembangan Tenggarong sebagai pusat pemerintahan.
Aulia mengatakan, sejarah tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga dapat menjadi bahan refleksi dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Menurutnya, pembangunan Kukar, khususnya Tenggarong, perlu terus dilanjutkan dengan tetap memperhatikan sejarah dan identitas budaya daerah.
“Kita ingin Tenggarong berkembang menjadi kota modern, tetapi tidak kehilangan akar sejarah dan budayanya,” ujar Aulia.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah mendorong pengembangan Tenggarong sebagai kota yang semakin terintegrasi, efisien dan nyaman bagi masyarakat.
Konsep Compact City menjadi salah satu pendekatan yang diarahkan dalam pengembangan kota. Konsep tersebut menekankan keterhubungan kawasan, kemudahan akses, efisiensi serta ketersediaan ruang publik yang berkualitas.
Aulia menegaskan, modernisasi tidak berarti menghilangkan karakter Tenggarong sebagai Kota Raja.
Sebaliknya, sejarah dan budaya Kesultanan Kutai Kartanegara menjadi bagian penting yang harus tetap dijaga di tengah perkembangan kota. (ADV DISKOMINFO KUKAR/ASH)


