HARIANKALTIM.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, membahas pentingnya pendekatan berbasis data dalam merumuskan kebijakan publik saat menjadi narasumber kuliah umum Program Magister Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Mulawarman (Unmul), Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung D12 FISIP Unmul tersebut mengangkat tema Menjaga Kualitas Pelayanan Publik di Tengah Ruang Fiskal yang Semakin Terbatas. Forum akademik ini menjadi ruang pembahasan mengenai tantangan pemerintah daerah dalam mengelola anggaran sekaligus mempertahankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pemaparannya, Aulia menekankan pentingnya memahami persoalan secara tepat sebelum menentukan kebijakan. “Pendekatan ini menempatkan identifikasi masalah sebagai tahap awal dalam merumuskan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” paparnya.
Prinsip tersebut sejalan dengan pendekatan diagnosis dalam dunia kedokteran, yakni mengenali persoalan terlebih dahulu sebelum menentukan penanganan.
Dalam penyelenggaraan pemerintahan, pemahaman terhadap kondisi lapangan dan dukungan data diperlukan agar kebijakan yang diambil memiliki dasar yang jelas.
Aulia juga memaparkan strategi efisiensi anggaran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Penyesuaian diarahkan pada belanja operasional, sementara keberlangsungan pelayanan publik tetap menjadi perhatian dalam pengelolaan keuangan daerah.
Efisiensi anggaran membutuhkan penentuan prioritas yang terukur agar penggunaan sumber daya pemerintah tetap mendukung pelaksanaan program pembangunan. Dengan demikian, kebijakan penghematan tidak hanya berorientasi pada pengurangan belanja, tetapi juga mempertimbangkan manfaat program bagi masyarakat.
Selain aspek penganggaran, diskusi turut menyoroti peran komunikasi pemerintah dalam membangun kepercayaan publik. Penyampaian informasi mengenai kebijakan dan program pembangunan membantu masyarakat memahami arah kerja pemerintah daerah.
Kuliah Umum tersebut dibuka oleh Dekan FISIP Unmul, Dr. Finnah Fourqoniah, dengan Saipul Bachtiar bertindak sebagai moderator. (ADV DISKOMINFO KUKAR/ASH)


