HARIANKALTIM.COM – Kebakaran di Tenggarong yang menewaskan dua anak menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran di lingkungan permukiman.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, pada Selasa malam, 13 Oktober 2026. Dua anak berusia 3 dan 7 tahun meninggal dunia dalam musibah tersebut.
Aulia menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya kedua anak itu. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah.
Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut juga menyebabkan ayah kedua anak mengalami luka bakar sekitar 70 persen. Korban dijadwalkan menjalani operasi pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Bupati Aulia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi cuaca kering.
Warga diminta memastikan kompor telah dimatikan setelah digunakan. “Pemeriksaan instalasi dan peralatan listrik juga perlu dilakukan, khususnya sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama,” ujarnya.
Langkah pencegahan tersebut penting karena kebakaran di kawasan permukiman dapat membahayakan penghuni rumah dan lingkungan sekitar.
Masyarakat juga perlu membiasakan diri memeriksa kondisi rumah sebelum bepergian. Perhatian terhadap sumber api, peralatan listrik, dan potensi bahaya lainnya dapat membantu mengurangi risiko kebakaran.
Peristiwa di Loa Ipuh menjadi pengingat bahwa pencegahan kebakaran membutuhkan perhatian setiap anggota keluarga.
Kebiasaan sederhana, seperti mematikan kompor dan memastikan peralatan listrik dalam kondisi aman, perlu diterapkan secara konsisten.
Melalui peningkatan kesadaran masyarakat, risiko kebakaran di lingkungan permukiman diharapkan dapat ditekan. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas dalam setiap upaya pencegahan. (ADV DISKOMINFO KUKAR/ASH)


