HARIANKALTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pemantauan tumbuh kembang anak dan intervensi gizi sesuai kebutuhan. Upaya ini dilakukan untuk mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini sekaligus memastikan anak mendapat penanganan yang tepat.
Komitmen tersebut sejalan dengan Gerakan Cegah Stunting yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan bertema “Lengkapi Intervensi Gizi Spesifik, Optimalkan Tumbuh Kembang Anak” ini melibatkan unsur pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, masyarakat, serta Bhabinkamtibmas Desa Jembayan.
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, sebelumnya menjelaskan bahwa pemantauan pertumbuhan anak dilakukan setiap bulan.
“Pengukuran berat badan serta tinggi atau panjang badan bayi dan balita menjadi dasar untuk mengetahui perkembangan anak dan menentukan tindak lanjut sesuai kondisinya,” ujarnya.
Ismi menyebut hasil pemantauan September menunjukkan angka stunting Kukar sebesar 12,6 persen, turun dari sekitar 14 persen pada bulan sebelumnya.
Angka tersebut masih bersifat sementara karena pemantauan dan pengukuran terus berjalan. Rekapitulasi keseluruhan baru dapat diketahui setelah data akhir tahun terkumpul.
Pemantauan rutin diperlukan untuk mengidentifikasi anak yang menunjukkan indikasi gangguan pertumbuhan. Dengan deteksi dini, tenaga kesehatan dapat menentukan langkah penanganan sesuai kebutuhan anak.
Selain pemantauan bayi dan balita, pencegahan stunting juga dilakukan sejak sebelum kehamilan. Upaya ini menyasar remaja putri dan calon pengantin melalui edukasi kesehatan serta persiapan gizi sebelum memasuki masa kehamilan.
Kesehatan ibu selama kehamilan dan pemenuhan gizi anak setelah lahir turut memengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Karena itu, keluarga perlu memperhatikan kebutuhan gizi sesuai usia serta rutin membawa anak ke Posyandu untuk memantau pertumbuhannya.
Pelaksanaan Gerakan Cegah Stunting di Desa Jembayan juga melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan keluarga diperlukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan stunting.
Melalui upaya berkelanjutan tersebut, Pemkab Kukar berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak.
Pemantauan pertumbuhan, pemenuhan gizi, serta penanganan sesuai kebutuhan menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (ADV DISKOMINFO KUKAR/ASH)


