HARIANKALTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong keterlibatan lintas sektor dalam upaya mencegah stunting dan meningkatkan kualitas keluarga. Salah satunya melalui kerja sama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kukar.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penyerahan dokumen perjanjian kerja sama (PKS) pada Senin (02/11/2026). Kepala DP2KB Kukar, Maman Setiawan, menyerahkan dokumen tersebut kepada Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kukar, H. Fairuz Khalil.
Kolaborasi ini mencakup pemanfaatan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) serta pelaksanaan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Disampaikan bahwa pentingnya sinergi digital dan edukasi dalam membangun keluarga berkualitas. “Melalui kerja sama ini, pembinaan kepada calon pengantin dan masyarakat diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga,” ujarnya.
Salah satu fokusnya adalah pemanfaatan aplikasi Elsimil untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada calon pengantin mengenai kesiapan kesehatan sebelum kehamilan.
Upaya tersebut penting karena pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa pranikah, bukan hanya setelah anak dilahirkan. Calon pasangan perlu memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan, pemenuhan gizi, serta kesehatan reproduksi sebelum merencanakan kehamilan.
Selain kesiapan kesehatan, kerja sama ini juga memberikan perhatian terhadap pola pengasuhan anak melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Program tersebut mendorong keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga, termasuk mendampingi tumbuh kembang anak. Peran ayah tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga perhatian, pengasuhan, dan pendidikan anak.
Dalam pelaksanaannya, DP2KB Kukar dapat mengoptimalkan program pembangunan keluarga dan pendampingan masyarakat. Sementara itu, Kemenag memiliki jaringan penyuluh agama Islam serta layanan bimbingan perkawinan yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan edukasi kepada calon pengantin.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemkab Kukar mendorong pencegahan stunting dilakukan sejak awal siklus kehidupan keluarga. Persiapan kesehatan sebelum kehamilan, pemenuhan gizi, serta keterlibatan ayah dan ibu dalam pengasuhan diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuh kembang anak.
Upaya ini menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Kukar. Keluarga yang sehat dan berkualitas diharapkan dapat melahirkan generasi yang tumbuh optimal serta memiliki masa depan lebih baik. (ADV DISKOMINFO KUKAR/ASH)


