SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

4 Pelaku Komplotan Gendam Ditangkap, Awalnya Korban Naik Angkot di Pasar Pagi

4 Pelaku Komplotan Gendam Ditangkap, Awalnya Korban Naik Angkot di Pasar Pagi

Polisi meringkus empat orang komplotan penipuan dengan modus pengobatan alternatif menggunakan batu mustika merah delima.

Kapolsek Sungai Pinang, AKP Noordianto mengatakan berawal dari adanya laporan seorang IRT bernama Hj Wati yang telah dihipnotis (gendam) di dalam sebuah angkot warna merah trayek B di Jalan Pemuda, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, sekitar pukul 14.00 WITA.

“Tetapi, itu adalah perbuatan tipu muslihat para pelaku saja. Jadi korban ini awalnya naik dari Pasar Pagi, kemudian dibawa keliling hingga ke Jalan Pemuda,” kata polisi berpangkat tiga balok tersebut.

Kemudian atas keterangan korban, pihaknya berhasil mendapatkan ciri-ciri keempat pelaku yang telah melakukan aksi penipuan tersebut.

“Kami langsung melakukan penyelidikan terhadap komplotan ini,” tuturnya.

Dan pada Selasa (12/04/2022) sekitar pukul 11.00 WITA keempat pelaku berhasil diamankan di Jalan Panglima Batur, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota.

4 Pelaku Komplotan Gendam Ditangkap, Awalnya Korban Naik Angkot di Pasar Pagi

“Saat itu mereka mau mencari sasaran lagi, dan kami amankan barang bukti berupa mobil xenia KT 1573 LA warna hitam, batu mustika merah delima, amplop coklat kumal berisi 6 gelang imitasi, tiga pecahan Rp 1000 dan dua pecahan Rp 500 rupiah, dua buah baut dan pecahan batu,” bebernya.

Sedangkan, emas yang diambil dari korban (Hj.Wati) telah dijual para pelaku.
“Karena kejadian pada Februari, (lalu),” sambungnya.

Untuk modus operandinya, pelaku menyewa sebuah angkot yang dikemudikan oleh Rival (21) dan mendapatkan sasarannya (korban) di Pasar Pagi.

Sementara tiga rekannya mengendarai mobil mereka Daihatsu Xenia KT 1573 LA warna hitam.

“Kemudian satu persatu pelaku ini naik ke angkot dan pura-pura tidak saling mengenal. Setelah itu mereka pun menjalankan peran masing-masing,” ujarnya.

Pelaku bernama Andi Arul (44) berperan sebagai ahli pengobatan alternatif, dimana merupakan residivis kasus yang sama.

Kemudian M Rusli (39) sebagai mediator yang meyakinkan korbannya yang juga residivis, sedangkan Hasriadi (20) sebagai sopir angkot dan Rival (21) yang mengemudikan mobil Xenia.

“Salah satu pelaku atas nama Andi mengatakan batu mustika merah delima ini bisa menyembukan berbagai penyakit, dan pelaku lainnya membuat korban yakin dengan bujuk rayunya. Kalau batu ini obat diatas segala obat, juga bisa menambah rezeki,” ungkapnya.

Kemudian pelaku lain berkata supaya obatnya lebih manjur harus mensucikan perhiasan.

“Karena katanya penyakit ini ada dua yaitu dari tubuh dan barang bawaan,” sambungnya.

Setelah berhasil, pelaku pun langsung melarikan diri dan meninggalkan korban di dalam angkot tersebut, menggunakan mobil yang dikemudikan Rival (pelaku lainnya).

“Perhiasan emas yang diambil 12 gelang ukuran besar dan kecil serta tiga cincin, dengan kerugian berkisar Rp80 jutaan,” terangnya.

Komplotan ini sudah lama melakukan aksinya di berbagai TKP di Samarinda dan di luar Samarinda.

“Mereka juga beraksi di daerah lain, termasuk Balikpapan dan ini masih kami dalami lagi,” pungkasnya.
(Sumber: Polresta Samarinda)