SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Bebas, Napi Kasus Terorisme Ini Pulang ke Samarinda

Bebas, Napi Kasus Terorisme Ini Pulang ke Samarinda

Terpidana atau narapidana (napi) kasus terorisme, Ahmad Dani Bin Ibrahim, salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Masyarakat (Lapas) Kelas ll B Lumajang telah selesai menjalani masa hukumannya dan dibebaskan, Selasa (21/09/2021).

Ahmad Dani yang terlibat kasus bom Gereja Oikumene di Sengkotek, Kota Samarinda, bebas setelah menjalani masa hukumannya.

Insiden pengeboman ini terjadi pada 13 November 2016.

Ahmad Dani divonis 6 tahun 8 bulan.

Kepala Lapas Kelas II B Lumajang, Agus Waono menerangkan yang bersangkutan Ahmad Dani Bin Ibrahim telah menjalani masa pidananya dengan mendapatkan total remisi sebanyak 23 bulan 15 hari.

Ahmad Dani menuju kampung halamannya akan dikawal petugas kepolisian dan petugas dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Ahmad Dani akan mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian dan BNPT saat menuju bandara untuk selanjutnya menuju kampung halamannya di Samarinda, Kalimantan Timur,” kata Agus kepada wartawan usai pelepasan.

Agus berharap setelah kembali ke masyarakat, Ahmad Dani mampu beradaptasi dan bersosialisasi dengan masyarakat di lingkungannya, dan kembali memulai kehidupannya dengan lebih baik.

Sebagai informasi tambahan, sebelumnya Ahmad Dani telah melakukan ikrar untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang disaksikan oleh Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati dan sejumlah perwakilan Forkopimda kabupaten Lumajang.

Artikel ini sebelumnya terbit di faktualnews.co/2021/09/21/napi-teroris-bom-samarinda-selesai-jalani-hukuman-dilepas-lapas-lumajang/279968/