HARIANKALTIM.COM – Rangkaian Erau Adat Kutai 2026 memasuki agenda terakhir besok, Senin (28/9/2026). Tiga kegiatan dijadwalkan berlangsung berurutan, mulai dari prosesi adat, ziarah makam raja hingga Sidang Paripurna HUT Kota Tenggarong ke-244.
Agenda pertama yakni Merebahkan Pinang Ayu yang dijadwalkan pukul 08.00 WITA di Keraton.
Prosesi ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian utama upacara adat Erau. Sebelumnya, Tiang Ayu menjadi bagian penting dalam berbagai ritual adat selama pelaksanaan Erau.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, sebelumnya memastikan rangkaian Erau masih berlanjut hingga 28 September.
“Penutupannya besok kita lakukan, yaitu dengan merebahkan Tiang Ayu,” ujar Heriansyah, Minggu (27/9/2026).
Setelah prosesi adat, agenda dilanjutkan ziarah makam Raja pada pukul 09.00 WITA. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT Kota Tenggarong ke-244 di kompleks makam Raja Keraton.
Ziarah menjadi bagian dari peringatan hari jadi Tenggarong yang menghubungkan perjalanan kota dengan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara.
Dari rangkaian adat dan sejarah, kegiatan kemudian berlanjut ke agenda pemerintahan.
Pada pukul 11.00 WITA, DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara dijadwalkan menggelar Sidang Paripurna HUT Kota Tenggarong ke-244.
Sidang paripurna menjadi forum resmi untuk memperingati perjalanan Kota Tenggarong sekaligus menjadi momentum refleksi terhadap perkembangan dan pembangunan kota.
Tenggarong tahun ini genap berusia 244 tahun. Peringatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat perjalanan sejarah kota yang berkaitan erat dengan Kesultanan Kutai Kartanegara.
Dalam peringatan HUT Tenggarong tahun sebelumnya, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyebut Tenggarong sebagai kota peradaban yang memiliki perjalanan panjang. Ia juga menempatkan pembangunan kota dalam kerangka mempertahankan identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Sementara menjelang HUT ke-244, Aulia kembali menekankan pentingnya kebersamaan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat pelaksanaan Beseprah, salah satu rangkaian Erau 2026.
Menurut Aulia, semangat duduk bersama dan berbaur tanpa sekat menjadi bagian dari nilai yang dapat memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjadi modal pembangunan.
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, juga sebelumnya mengajak masyarakat menjadikan Erau sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan semangat berbagi.
Menurutnya, nilai adat dan budaya Kutai perlu terus dijaga agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (ADV DISKOMINFO KUKAR/ASH)


