Kukar  

Ikut Belimbur, Kepala OIKN Apresiasi Kesultanan dan Pemkab Kukar Menjaga Warisan Budaya

Ikut Belimbur, Kepala OIKN Apresiasi Kesultanan dan Pemkab Kukar Menjaga Warisan Budaya

HARIANKALTIM.COM – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono ikut menyaksikan dan merasakan langsung kemeriahan Belimbur pada puncak Erau Adat Kutai 2026 di Tenggarong, Minggu (27/9/2026).

Kehadiran Basuki menjadi bagian dari rangkaian puncak Erau yang ditandai dengan prosesi Mengulur Naga, Menabur Tawar dan Belimbur. Sejumlah pejabat daerah, unsur Kesultanan serta masyarakat turut hadir dalam prosesi tersebut.

Basuki menggambarkan Belimbur sebagai momen ketika Sultan, pejabat, sesepuh adat, ibu-ibu hingga anak muda larut dalam suasana kebersamaan.

Bagi Basuki, suasana tersebut memperlihatkan bagaimana tradisi dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat lintas generasi.

“Belimbur menjadi gambaran bagaimana kebersamaan dapat tumbuh ketika masyarakat menjaga tradisi secara bersama-sama,” ujarnya.

Ia juga menyinggung perjalanan Erau yang telah berlangsung sejak masa Kesultanan Kutai dan terus dijaga hingga sekarang. “Kebudayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi menjadi bagian penting dalam menjaga rasa kebersamaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengatakan, Belimbur sebagai bagian penting dari warisan adat yang harus dijaga.

Aulia menyebut rangkaian Mengulur Naga, Menabur Tawar dan Belimbur merupakan satu kesatuan puncak acara adat yang sarat nilai adat, sejarah dan spiritualitas.

Menurutnya, rangkaian tersebut merupakan wujud penghormatan terhadap warisan leluhur, ikhtiar memohon keselamatan dan perlindungan bagi pemimpin serta masyarakat, sekaligus menjadi simbol penyucian diri dan penguatan persaudaraan.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kukar, Aulia menegaskan komitmen untuk terus mendukung pelaksanaan Erau setiap tahun sesuai tahapan adat yang telah ditetapkan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi Titah Sultan selama Belimbur. Keamanan dan ketertiban harus dijaga, termasuk larangan menggunakan air kotor.

“Erau adalah warisan budaya kita bersama. Mari kita rayakan dengan gembira, tetapi tetap dengan rasa hormat. Hormati adat, hormati sesama, dan jaga nama baik Kutai Kartanegara,” pesannya. (ADV DISKOMINFO KUKAR/ASH)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com