HARIANKALTIM.COM – Rangkaian Erau Adat Kutai 2026 resmi berakhir setelah prosesi Merebahkan Tiang Ayu di Tenggarong, Senin (28/9/2026).
Prosesi ini menjadi tanda berakhirnya rangkaian Erau yang dimulai sejak 20 September 2026. Merebahkan Tiang Ayu merupakan salah satu tradisi penting dalam rangkaian adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri hadir bersama Wakil Bupati Rendi Solihin, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin, kerabat Kesultanan, pejabat pemerintah daerah, dan tamu undangan.
Tiang Ayu sebelumnya didirikan pada awal pelaksanaan Erau. Tiang tersebut kemudian dijaga selama rangkaian acara berlangsung. Pada akhir Erau, Tiang Ayu direbahkan sebagai tanda seluruh rangkaian upacara telah selesai.
Bagi masyarakat Kutai, Tiang Ayu bukan sekadar tiang yang digunakan dalam sebuah acara. Tiang ini merupakan bagian dari tradisi yang sudah diwariskan secara turun-temurun dan selalu hadir dalam rangkaian Erau.
Karena itu, prosesi Merebahkan Tiang Ayu dilakukan dengan suasana khidmat. Prosesi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Erau bukan hanya pesta budaya, tetapi juga bagian dari warisan adat Kutai yang perlu dijaga.
Bupati Aulia mengatakan pelaksanaan Erau 2026 berjalan dengan baik. Menurutnya, hal tersebut tidak lepas dari kerja sama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, masyarakat, dan berbagai pihak.
Aulia memastikan Erau 2027 akan dibuat lebih semarak. Meski demikian, pengembangan Erau tetap akan memperhatikan nilai adat dan budaya yang menjadi dasar pelaksanaannya.
“Erau tahun depan kita buat lebih semarak lagi,” kata Bupati setelah prosesi penutupan Erau 2026.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting agar Erau dapat terus berkembang. Pemerintah daerah juga ingin agar masyarakat semakin mengenal dan ikut menjaga tradisi yang menjadi identitas Kutai.
Setelah prosesi Merebahkan Tiang Ayu, Bupati Aulia bersama Wakil Bupati Rendi Solihin dan kerabat Kesultanan melanjutkan kegiatan dengan ziarah ke makam para sultan terdahulu, termasuk makam Aji Imbut. (ADV DISKOMINFO KUKAR/ASH)


