Jangan Tertipu Mangga Alpukat, Begini Caranya

Belakangan ini ramai diperbincangkan buah mangga alpukat, termasuk di Kota Samarinda.

Harganya rata-rata tak jauh berbeda dengan jenis mangga lainnya.

Bagaimana rasanya? Ternyata juga sama, tentu saja tetap rasa mangga dengan tekstur lazimnya buah mangga kebanyakan.

Rupanya istilah ‘mangga alpukat’ hanya lantaran cara mengkonsumsinya saja atau lebih pada trik marketing para pedagang buah mangga.

Di Samarinda ada sejumlah penjual ‘mangga alpukat’ yang memamerkan buah mangga  terbelah dua namun salah satu potongan masih menempel bijinya.

Bagian potongan lainnya tampak berlubang dan seolah siap disantap menggunakan sendok.

Harganya rata-rata Rp20 ribu per kilogram.

Soal rasa, ya sama seperti halnya mangga lainnya, manis campur sedikit asam.

Dikutip dari grid.id, pada dasarnya mangga alpukat adalah mangga gadung 21 yang sering disamakan dengan mangga arumanis 143.

Ini karena keduanya memiliki bentuk yang mirip.

Meskipun mirip, kedua jenis mangga ini memiliki beberapa perbedaan.

Gadung 21 memiliki ukuran buah yang lebih besar dengan pangkal buahnya lebih bulat dibandingkan dengan arumanis 143.

Selain itu, gadung 21 juga mempunyai kadar pati yang lebih tinggi dibandingkan dengan arumanis 143.

Ini kenapa sesungguhnya kedua jenis mangga ini memiliki cita rasa yang berbeda.

Agar bisa dimakan seperti kita menyantap buah alpukat, mangga alpukat atau gadung 21 harus dipanen dan masak di pohon.

Bukan mangga yang diperam.

Di salah grup facebook, seorang pemilik akun membagikan trik menyantap mangga biasa menjadi mangga alpukat.

– Buah harus benar-benar tua masak di pohon.

– Gunakan pisau tajam untuk mengiris buah pas di tengah.

– Putar bagian atas buah dan tarik.

– Makannya harus menggunakan sendok.

Nah, semoga dengan informasi ini pembeli jangan tertipu lagi dengan trik marketing berlabel ‘mangga alpukat’ yang seolah rasanya nikmat lembut luar biasa.

Padahal biasa saja.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda