DPK Kaltim Perluas Layanan Perpustakaan Keliling ke Lapas dan Rutan di Samarinda

DPK Kaltim Perluas Layanan Perpustakaan Keliling ke Lapas dan Rutan di Samarinda

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur memperluas jangkauan layanan perpustakaan keliling ke lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Samarinda.

Langkah ini merupakan bagian dari penguatan literasi inklusif bagi kelompok masyarakat yang berada dalam lingkungan tertutup.

Plt Kepala DPK Kaltim, Anita Natalia Krisnawati, menyampaikan bahwa layanan ini rutin dijalankan setiap pekan di tiga lokasi, yakni Lapas Kelas IIA Samarinda, Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, dan Rutan Kelas I Samarinda.

“Tujuannya agar literasi bisa diakses semua kalangan, termasuk warga binaan yang juga memiliki hak untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan,” kata Anita saat dikonfirmasi media ini, Selasa (10/06/2025).

DPK Kaltim membawa beragam jenis buku, mulai dari bacaan fiksi, motivasi, hingga buku-buku keterampilan praktis seperti pertanian dan kerajinan tangan.

Menurutnya, jenis bacaan tersebut dipilih untuk memberi manfaat lebih luas, tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai bekal keterampilan.

Program ini mengacu pada pendekatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang dikembangkan secara nasional.

Perpustakaan diposisikan sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran yang adaptif, termasuk di lingkungan binaan.

“Respon dari petugas dan warga binaan cukup positif. Banyak yang memanfaatkan layanan ini untuk menambah wawasan dan mengisi waktu luang secara produktif,” ujarnya.

Selain ke lapas dan rutan, layanan keliling juga menjangkau panti jompo, pesantren, dan sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas perpustakaan memadai. Namun, cakupan layanan masih berfokus di wilayah Samarinda.

Ia mengakui bahwa keterbatasan armada dan tenaga menjadi kendala dalam perluasan layanan. Saat ini, DPK Kaltim hanya mengoperasikan tiga unit mobil perpustakaan keliling.

“Kami berharap ke depan bisa menjangkau daerah lain di Kaltim dengan dukungan dari DPK kabupaten dan kota,” tutup Anita. (ZYN/ADV/DISKOMINFO)

ENGLIISH VERSON

The East Kalimantan Provincial Library and Archives Service (DPK) is expanding the reach of its mobile library services to correctional facilities and detention centers in Samarinda.

This initiative is part of an effort to strengthen inclusive literacy for communities in closed environments.

The Acting Head of DPK East Kalimantan, Anita Natalia Krisnawati, stated that this service is regularly conducted every week at three locations: the Class IIA Samarinda Prison, the Class IIA Narcotics Prison in Samarinda, and the Class I Samarinda Detention Center.

“The goal is to ensure that literacy is accessible to all groups, including inmates who also have the right to access information and knowledge,” said Anita when contacted by the media on Tuesday, June 10, 2025.

DPK East Kalimantan brings a variety of books, ranging from fiction, motivational reads, to practical skill books such as agriculture and handicrafts.

She mentioned that these types of readings are chosen to provide broader benefits, not only for entertainment but also as a source of skills.

This program follows the Social Inclusion-Based Library Transformation (TPBIS) approach developed at the national level. Libraries are positioned as part of an adaptive learning ecosystem, including within correctional environments.

The response from both officers and inmates has been quite positive. Many are using this service to broaden their knowledge and fill their free time productively,” she added.

In addition to correctional facilities and detention centers, the mobile library service also reaches nursing homes, pesantren (Islamic boarding schools), and schools that lack adequate library facilities. However, the service coverage is still focused on the Samarinda area.

Anita acknowledged that the limitations of fleet and personnel are challenges in expanding the service. Currently, DPK East Kalimantan operates only three mobile library units.

“We hope that in the future, we can reach other areas in East Kalimantan with support from the DPKs of regencies and cities,” concluded Anita. (ADV/RED3-Z1/c)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com