HARIANKALTIM.COM — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur memberi peringatan keras kepada PT Indomining agar segera memperbaiki ruas jalan yang kembali longsor di Kilometer 16, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara.
Tanah amblas terjadi pada Rabu 11 Juni 2025, di jalur lama yang sebelumnya pernah mengalami kejadian serupa. Lokasi ini berada dekat dengan area konsesi tambang perusahaan, dan sudah masuk dalam daftar titik rawan sejak lama.
“Kami sudah prediksi potensi longsor susulan di sana. Retakan muncul sejak 8 Juni, dan benar saja tiga hari kemudian longsor kembali terjadi,” ujar Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, Kamis (12/06/2025).
Menurut Bambang, PT Indomining sebelumnya telah membangun jalan alternatif sepanjang 600 meter sebagai bentuk tanggung jawab. Namun kondisi tanah labil dan intensitas hujan tinggi membuat jalur itu kembali terancam.
“Kalau longsor terjadi lagi, masyarakat meminta jalan alternatif dibangun dengan konstruksi rigid. Jalan lama juga harus ditutup karena sudah sangat membahayakan,” ucapnya.
Dalam rapat terakhir yang digelar bersama pihak kelurahan, Dinas PU Kukar, dan warga, disepakati bahwa pembangunan jalan alternatif permanen menjadi solusi utama. Dinas ESDM pun telah menghubungi Pemkab Kutai Kartanegara untuk turun mengecek lokasi.
“Kami minta perusahaan jangan menunda. Titik longsor harus segera ditangani. Kalau dibiarkan, ini bukan cuma mengganggu aktivitas warga, tapi juga membahayakan nyawa,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa ESDM akan terus memantau proses pemulihan, termasuk mengawal pelaksanaan pengerasan jalan alternatif yang dijanjikan.
“Pertambangan tidak boleh mengorbankan keselamatan publik. Perusahaan harus bertanggung jawab penuh. Ini bukan soal teknis semata, tapi menyangkut akses hidup masyarakat,” pungkas Bambang.(ZYN/ADV/DISKOMINFO)
ENGLISH VERSION
The Energy and Mineral Resources (ESDM) Office of East Kalimantan has issued a strong warning to PT Indomining, urging the company to immediately repair the landslide area on the road at Kilometer 16, Sangasanga District, Kutai Kartanegara.
The landslide occurred on Wednesday, June 11, 2025, along an old route that had previously experienced a similar incident. This location is near the company’s mining concession area and has long been listed as a high-risk point.
“We had predicted the potential for another landslide there. Cracks had appeared since June 8, and sure enough, three days later, another landslide occurred,” said Bambang Arwanto, Head of the ESDM Office of East Kalimantan, on Thursday, June 12, 2025.
According to Bambang, PT Indomining had previously built a 600-meter alternative road as part of their responsibility. However, the unstable soil and high rainfall intensity have once again put the alternative route at risk.
“If another landslide occurs, the community has requested that the alternative road be constructed with rigid construction. The old road should also be closed because it is extremely dangerous,” he added.
In the last meeting held with the village authorities, the Public Works Department of Kutai Kartanegara, and local residents, it was agreed that the construction of a permanent alternative road would be the main solution. The ESDM Office has also contacted the Kutai Kartanegara Regency Government to visit the location for an inspection.
“We urge the company not to delay. The landslide site must be addressed immediately. If left unattended, this will not only disrupt the activities of local residents but also endanger lives,” he emphasized.
He stressed that the ESDM will continue to monitor the recovery process, including overseeing the construction of the promised alternative road.
“Mining operations should not compromise public safety. The company must take full responsibility. This is not just a technical issue, but one that concerns the livelihood access of the community,” concluded Bambang. (ADV/RED3-Z4/i)

