HARIANKALTIM.COM – Sebanyak 2.000 paket masker dan vitamin disalurkan kepada masyarakat Kota Samarinda sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi PT Primadona Media Digitalindo (Primatelindo) dan PT Network Media Expert (Netme), sebagai pelaku usaha penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP), bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda dan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Kalimantan Timur.
Mengusung tema “Bersama untuk Masyarakat yang Lebih Sehat dan Tangguh”, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian dan respons terhadap dampak karhutla yang berpotensi memengaruhi kualitas udara serta kesehatan masyarakat.
Siaran pers yang diterima Hariankaltim.com, Sabtu (26/09/2026), disampaikan bahwa kegiatan dimulai pukul 09.00 WITA dan dilaksanakan di tiga titik di Kota Samarinda.
Pertama, BPBD Kota Samarinda. Sebanyak 500 paket masker dan vitamin diserahkan secara simbolis kepada BPBD Kota Samarinda untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kedua, SD Negeri 007 Samarinda. Sebanyak 500 paket disalurkan langsung kepada lingkungan pendidikan di SD Negeri 007 Samarinda.
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung perlindungan kesehatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan dari potensi paparan asap akibat karhutla.
Ketiga, Simpang 3 Alaya Samarinda. Sebanyak 1.000 paket dibagikan langsung kepada pengguna jalan dan masyarakat di kawasan tersebut.
Simpang 3 Alaya dipilih karena merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas lalu lintas yang cukup padat di Kota Samarinda.
Kegiatan lapangan melibatkan tim gabungan dari Primatelindo, Netme, IHGMA DPD Kalimantan Timur, serta personel BPBD Kota Samarinda.
Mereka turun langsung menyapa masyarakat sekaligus membagikan paket perlindungan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain membantu memenuhi kebutuhan perlindungan kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan melakukan langkah perlindungan diri ketika kualitas udara terdampak karhutla. (RED)







