ISPA Naik 22,8 Persen tapi Jalan Sehat Malah Marak, Seberapa Aman Udara Samarinda?

ISPA Naik 22,8 Persen tapi Jalan Sehat Malah Marak, Seberapa Aman Udara Samarinda?

HARIANKALTIM.COM — Jalan sehat dan olahraga bersama masih marak digelar di Samarinda saat pemerintah mengimbau warga kembali menggunakan masker.

Di tengah rangkaian kegiatan yang melibatkan banyak warga itu, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan meningkat 22,8 persen sepanjang Agustus.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan imbauan penggunaan masker pada 29 Agustus. Pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau, debu, kabut asap dan kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat.

Data Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mencatat 48.230 kasus ISPA di Samarinda sejak Januari 2026. Sementara pemantauan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 Samarinda mencapai sekitar 45,2 µg/m³, yang masuk kategori Sedang.

Angka itu tercatat ketika berbagai kegiatan olahraga luar ruang tetap berlangsung. Salah satunya Jalan Sehat Merah Putih di GOR Segiri, Sabtu (29/08/2026), yang diikuti ribuan warga.

Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian jalan sehat yang sebelumnya digelar di tingkat kelurahan dan RT.

Sepanjang Agustus, kegiatan serupa juga berlangsung di sejumlah kelurahan, di antaranya Sambutan, Mugirejo, Dadi Mulya, Pasar Pagi dan Sungai Kapih. Sebagian kegiatan dimulai pada pagi hari.

Pada saat yang sama, Dinkes Kaltim meminta masyarakat meningkatkan perlindungan diri, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Kondisi kemarau membuat debu lebih mudah beterbangan dan dapat mengganggu saluran pernapasan.

Polresta Samarinda juga membagikan 10.000 masker kepada masyarakat pada 27–28 Agustus sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan standar kesehatan dalam kegiatan olahraga massal di ruang terbuka.

Belum terlihat pula protokol khusus yang mengatur pelaksanaan olahraga massal ketika terdapat paparan asap atau debu.

Padahal, aktivitas fisik meningkatkan frekuensi dan volume pernapasan. Artinya, peserta olahraga luar ruang dapat menghirup lebih banyak udara dibandingkan saat beraktivitas ringan.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil dan masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com