SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan
Event  

RS Korpri, Demi Kepentingan Masyarakat dan Ramah Lingkungan

RS Korpri, Demi Kepentingan Masyarakat dan Ramah Lingkungan

Ditandai penekanan tombol sirine oleh Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor, pembangunan Rumah Sakit Korpri Samarinda dimulai.

Rumah sakit didirikan di lahan seluas 3.900 meter persegi dengan luas bangunan 4.639 m2.

Proyek senilai Rp43,3 miliar ini ditargetkan 128 hari selesai.

“Apa yang kita lakukan hari ini, tidak lain upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam hal kesehatan,” kata Gubernur saat pemancangan tiang Pembangunan RSUD Korpri Samarinda di Jalan KH Wahid Hasyim Samarinda, Senin, 27 September 2021.

Mantan Bupati Kutai Timur ini mengungkapkan bukan hanya membangun gedung baru, Pemprov juga mencoba merehabilitasi rumah sakit milik daerah lainnya, seperti RSUD Abdul Wahab Syahrani Samarinda.

RS Korpri, Demi Kepentingan Masyarakat dan Ramah Lingkungan

Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, menurut Gubetnur, keberadaan fasilitas kesehatan sangat penting, demi melayani masyarakat agar lebih optimal.

Rumah Sakit Korpri diakuinya, menjadi salah satu rumah sakit refresentatif dan tidak dimiliki di daerah lainnya di Indonesia.

Bahkan, orang nomor satu Benua Etam ini pun, berharap RSUD Korpri memiliki kekhususan dalam pelayanan kesehatan, agar masalah penyakit yang dialami masyarakat selama ini bisa teratasi.

“Setiap langkah pasti ada kendala, tapi jangan membuat kita berhenti. Apalagi, ini kita bangun untuk kepentingan masyarakat,” harap Isran Noor.

RAMAH LINGKUNGAN

Kepala Dinas PUPR dan Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menerangkan RS Korpri ditargetkan rampung dalam waktu 128 hari.

Kontraktor pelaksananya adalah PT Telaga Pasir Kuta, sedangkan konsultan supervisinya PT Geomap Internasional Consultant.

Diungkapkan, nantinya bangunan RS Korpri terdiri tiga lantai dengan lahan seluas 3.600 M2. Kapasitasnya mampu menampung 80 tempat tidur masing-masing ruang inap A sebanyak 48 tempat tidur, ruang inap B sebanyak 28 tempat tidur.

RS Korpri, Demi Kepentingan Masyarakat dan Ramah Lingkungan

Kemudian ada ruang kebidanan, IGD dan isolasi, operasi, rawat jalan, depo farmasi, laboratorium, radiologi, CSSD dan laundry, ICU, serta kantor pengelola.

Halaman parkir bisa menampung 22 unit roda empat dan 48 unit sepeda motor,” terang Nanda – sapaan akrabnya.

RS Korpri sendiri dibangun menerapkan konsep ramah lingkungan terlebih di kawasan proyek kerap terjadi banjir.

Luas lantai kolong 1.773 meter kubik dapat menampung air 292,5 meter kubik per 3 jam.

“Air hujan yang jatuh ke atap dan lokasi akan menuju sumur resapan, jika overload akan diteruskan ke kolong gedung,” jelasnya.

Air dalam sumur resapan lanjutnya, dapat dimanfaatkan air bersih bagi rumah sakit berlantai 3 berkapasitas 80 tempat tidur ini.

Ditambahkannya, lantai luar rumah sakit menggunakan grass block atau paving block rumput, sehingga air masuk (meresap) mengalir ke penampungan dibawah bangunan rumah sakit.

“Ruang terbuka hijaunya 30 persen dari keseluruhan keluasan lahan dan bangunan rumah sakit,” jelasnya sebagaimana rilis Pemprov.