HARIANKALTIM.COM – Beberapa hari terakhir, suhu udara di Kota Samarinda terasa panas menyengat, terutama pada siang hari.
Fenomena ini diperkuat dengan data pantauan cuaca terbaru yang menempatkan Ibu Kota Kalimantan Timur ini dalam jajaran 10 besar kota terpanas di Indonesia pada awal April 2026.
Berdasarkan data dari indeks kualitas udara dan cuaca di seluruh dunia (AQI) yang diakses Hariankaltim.com, Ahad (05/04/2026), suhu di Kota Tepian menyentuh angka 32°C hingga 34°C pada siang hari.
Posisi Samarinda bersanding dengan beberapa kota lain di Kalimantan, seperti Palangkaraya dan Martapura, yang juga mendominasi daftar wilayah dengan suhu tertinggi di tanah air.

TRANSISI MUSIM
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa kondisi panas ekstrem ini sejalan dengan mulainya transisi Indonesia ke awal musim kemarau 2026.
Secara nasional, sekitar 16,3% wilayah atau 114 Zona Musim (ZOM) diprediksi memasuki kemarau pada April ini.
Data BMKG menunjukkan bahwa musim kemarau tahun ini datang lebih awal dibandingkan rerata normalnya.
Hal ini dipicu oleh berakhirnya fase La Niña lemah pada Februari lalu yang kini beralih ke fase Netral, dengan potensi berkembangnya El Niño pada pertengahan tahun.
Meskipun suhu udara terasa sangat panas, Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan mencatat parameter cuaca spesifik untuk wilayah Samarinda sebagai berikut:
- Kelembapan Tinggi: Berada di rentang 69% – 98%. Tingginya kelembapan ini memicu efek panas lembap (sumuk), di mana keringat sulit menguap dan suhu terasa lebih panas dari angka termometer.
- Kecepatan Angin: Bertiup dari arah Timur Laut dengan kecepatan rata-rata 13 km/jam.
- Prediksi Puncak: Secara regional, puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus 2026.
IMBAUAN
Menghadapi suhu ekstrem di awal kemarau ini, warga Samarinda diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan:
- Hidrasi Intensif: Mengonsumsi air putih lebih banyak untuk mencegah dehidrasi akibat penguapan tubuh yang tinggi.
- Proteksi Luar Ruangan: Menggunakan pakaian berbahan ringan yang menyerap keringat serta pelindung kepala saat berada di bawah terik matahari.
- Waspada Kebakaran: Mengingat curah hujan yang mulai berkurang, warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan.
BMKG terus memantau pergerakan suhu dan meminta masyarakat tetap memantau informasi resmi guna mengantisipasi perubahan cuaca mendadak di masa transisi ini. (RED)






