HARIANKALTIM.COM – Sejumlah siswa SMP Negeri 16 Samarinda mengeluhkan diminta membawa perlengkapan kebersihan untuk membersihkan ruang kelas menjelang tahun ajaran baru.
Padahal, menurut keterangan siswa, setiap kelas telah memiliki uang kas yang dikelola paguyuban orang tua dengan saldo mencapai jutaan rupiah.
Pengaduan itu diterima Hariankaltim.com dari seorang siswa. Ia menyebut setiap siswa diminta membawa perlengkapan berbeda, seperti tisu kering, tisu basah, sabun pel, sikat, sapu, ember, sabun cuci tangan, lap, spons, plastik sampah, serokan air, hingga pengharum ruangan.
Siswa tersebut juga mengaku uang kas kelas akan kembali ditagih, meski dana yang sebelumnya dikumpulkan masih tersedia.
Saat ditanya siapa yang mengelola uang kas itu, siswa menyebut dana dipegang bendahara paguyuban yang merupakan orang tua siswa.
Informasi lain yang diperoleh Hariankaltim.com menyebut sebagian uang kas kelas pernah digunakan untuk membeli hadiah bagi guru pada momen tertentu.
Namun, belum diketahui apakah penggunaan dana tersebut telah disepakati seluruh orang tua dan disertai laporan pertanggungjawaban.
Kepala SMP Negeri 16 Samarinda, Nur Zachrah Sari, membantah adanya kewajiban membawa perlengkapan kebersihan dari rumah.
“Menurut saya ini imbauan saja untuk bersih-bersih kelas yang lama tidak digunakan, bukan kewajiban,” ujarnya kepada Hariankaltim.com, Rabu (15/07/2026).
Ia mengaku masih menelusuri asal imbauan tersebut. “Saya masih mendalami, ini dari pihak sekolah atau orang tua,” katanya.
Menurutnya, sekolah juga telah menyediakan peralatan kebersihan. “Karena kami pun sudah membelikan peralatan kebersihan, dibagi dalam minggu ini,” pungkasnya. (RED)






