HARIANKALTIM.COM — Pelayanan air bersih Perumdam Tirta Kencana Samarinda kembali disorot. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda menggelar aksi di kantor pusat Perumdam Tirta Kencana, Rabu (12/08/2026).
Unjuk rasa dimulai sekitar pukul 14.15 WITA dan diikuti sekitar 20 orang dengan koordinator M Shefa. Massa membawa sejumlah tuntutan terkait kualitas air, distribusi, tarif, pemerataan akses hingga keterbukaan informasi pelayanan.
Dalam tuntutannya, HMI meminta Perumdam menghentikan skema tarif pembiayaan yang dinilai memberatkan masyarakat.
HMI juga mendesak perbaikan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan serta pemerataan akses air bersih di seluruh wilayah Kota Samarinda.
Selain itu, HMI meminta Perumdam menyampaikan kepada publik berbagai persoalan pelayanan yang terjadi di masyarakat. Mereka juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan Perumdam Tirta Kencana.
Sejumlah persoalan yang disoroti antara lain kualitas air yang dinilai masih keruh di beberapa wilayah, gangguan distribusi yang tidak disertai pemberitahuan secara optimal, persoalan tagihan pelanggan, pemerataan akses air bersih serta kebijakan tarif.
Aksi tersebut mengusung tuntutan “Evaluasi Total Perumdam Tirta Kencana Samarinda.” Massa membawa bendera organisasi, pengeras suara dan spanduk.
Dalam aksi itu, massa sempat membakar ban. Namun, situasi tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.
Polsek Samarinda Ulu melakukan pengamanan dan pemantauan selama aksi berlangsung untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Sekitar pukul 14.28 WITA, pihak Perumdam Tirta Kencana menerima massa untuk mengikuti audiensi di area parkir kantor.
Audiensi dihadiri Direktur Pelayanan Widyastuti Supartinah, Direktur Teknik Kaharuddin, Manager Hubungan Pelanggan Iwan Yusliansyah, serta sejumlah pejabat dan staf. (RED)






