Warga Tak Percaya Penjelasan Manajer PLN Samarinda, Minta Bukti Kerusakan Pembangkit

Warga Tak Percaya Penjelasan Manajer PLN Samarinda, Minta Bukti Kerusakan Pembangkit

HARIANKALTIM.COM – Empat bulan pemadaman listrik bergilir belum berakhir. Penjelasan Manajer PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, tentang gangguan pembangkit justru menuai kritik.

Sejumlah warga mempertanyakan kebenaran penjelasan tersebut dan mendesak PLN menunjukkan bukti kerusakan.

Kritik itu muncul setelah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda menggelar demonstrasi di Kantor PLN UP3 Samarinda, Jalan Gajahmada, Kamis (29/10/2026).

Mahasiswa menuntut transparansi penyebab pemadaman, kepastian pemulihan pasokan, serta kejelasan kompensasi bagi pelanggan.

Media sosial dibanjiri komentar pedas yang mempertanyakan bagaimana gangguan pembangkit bisa berlangsung berbulan-bulan tanpa penjelasan teknis yang memadai.

Seorang warga bahkan meragukan keterangan PLN dengan merujuk informasi dari kenalannya yang bekerja di pembangkit.

Tak sedikit pula yang meminta bukti kerusakan dan perkembangan perbaikan, bahkan mendesak pergantian pimpinan PLN.

ALASAN
Adrian menyebut empat pembangkit mengalami gangguan atau menjalani pemeliharaan, yakni PLTGU Senipah, PLTU Indo Eka, PLTU Asam-Asam, dan PLTU Graha Power Kaltim (GPK).

Namun, persoalan mendasarnya belum terjawab secara terperinci. Apa kerusakan yang terjadi? Berapa kapasitas daya yang hilang? Sejak kapan setiap pembangkit mengalami gangguan? Kapan perbaikannya selesai?

Adrian juga belum dapat menjelaskan persoalan teknis setiap pembangkit dan masih perlu berkoordinasi dengan pihak yang menangani pembangkitan.

KOMPENSASI
Kerugian pelanggan juga menjadi persoalan. HMI turut mendesak PLN memberikan kepastian kompensasi bagi pelanggan terdampak.

Namun, Adrian baru menyatakan bahwa kemungkinan kompensasi akan dievaluasi sesuai ketentuan yang berlaku. Belum ada kepastian mengenai penerima, besaran, maupun waktu pemberiannya.

Di sisi lain, PLN juga merencanakan penambahan kapasitas pasokan sebesar 278 megawatt (MW).

Rencana itu dibagi dalam dua tahap, yakni 158 MW pada November 2026 dan 120 MW pada Desember 2026.

Namun, rencana penambahan daya belum menjawab kapan pemadaman bergilir benar-benar berakhir. PLN perlu menjelaskan sumber tambahan daya, status realisasinya, dan kecukupannya untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Tanpa informasi tersebut, masyarakat belum memiliki gambaran pasti mengenai kapan layanan setrum ini kembali normal. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com