HARIANKALTIM.COM – Sayuran dan buah-buahan busuk berserakan di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Rabu (04/11/2026).
Benda-benda itu dilemparkan demonstran Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) sebagai bentuk protes terhadap Pemprov Kaltim.
Aksi tersebut merupakan demonstrasi lanjutan untuk menagih tujuh tuntutan yang sebelumnya disampaikan kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Namun, Rudy tidak menemui massa karena dikabarkan sedang berada di luar daerah.
Kekecewaan demonstran memuncak hingga mereka melemparkan sayuran busuk ke arah pintu masuk kantor gubernur. Pada malam hari, aparat mengerahkan mobil water cannon untuk membubarkan massa.

GERAM mempersoalkan pakta integritas yang ditandatangani Rudy Mas’ud pada 21 Oktober 2026. Dari tujuh tuntutan yang disepakati, demonstran menyebut baru satu yang direalisasikan.
Enam tuntutan lainnya dinilai belum mendapatkan penyelesaian.
Persoalan yang disoroti meliputi pemadaman listrik berulang, kelangkaan BBM, karhutla, serta kewajiban reklamasi perusahaan tambang.
GERAM juga mendesak penindakan terhadap perusahaan yang terbukti membakar lahan dan mengabaikan kewajiban reklamasi pascatambang.
Mereka turut meminta karhutla ditetapkan sebagai bencana nasional serta pemerintah memberikan penanganan dan kompensasi kepada warga terdampak ISPA.
Selain itu, massa meminta evaluasi program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, Gratispol, serta Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).
Kini, tindak lanjut pakta integritas dan jawaban Pemprov Kaltim atas enam tuntutan yang belum terealisasi menjadi perhatian publik. (RED)







