HARIANKALTIM.COM – Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Rabu (21/10/2026), dengan salah satu tuntutan menghentikan pemadaman listrik bergilir.
Namun, pada hari yang sama, sejumlah kawasan di Samarinda Ilir dan Samarinda Utara malah mengalami pemadaman listrik mendadak saat Magrib.
Pemadaman yang berlangsung kurang lebih 60 menit sejak sekira pukul 18.46 Wita itu menambah kegeraman warga terhadap makin buruknya layanan PLN Samarinda.
Terlebih sejumlah kawasan yang dipadamkan, baru beberapa hari sebelumnya juga mengalami pemadaman bergilir selama tak kurang dari empat jam.
Situasi tersebut menjadi sorotan karena persoalan pemadaman listrik turut disuarakan massa dalam aksi bertema 2 Tahun Prabowo-Gibran: Kaltim Jadi Anak Tiri, Kaltim Jadi Abu di Tanah Sendiri.
Dalam demonstrasi tersebut, massa GERAM menyampaikan tujuh tuntutan kepada pemerintah. Mereka menilai berbagai persoalan di Kaltim, mulai dari kebakaran hutan dan lahan hingga kelistrikan, belum mendapatkan penanganan yang memadai.
Tuntutan pertama adalah mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Massa juga meminta penindakan terhadap perusahaan yang terbukti membakar hutan dan lahan.
Selain itu, demonstran mendesak penindakan terhadap perusahaan tambang yang tidak menjalankan kewajiban reklamasi pascatambang serta penyelesaian persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kaltim.
Mereka turut menuntut penghentian pemadaman listrik bergilir yang dinilai merugikan aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Dua tuntutan lainnya berkaitan dengan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta program Gratispol milik Pemerintah Provinsi Kaltim.
PEMADAMAN BERULANG
Dari catatan Hariankaltim.com, pada Selasa (20/10/2026), misalnya, aliran listrik di wilayah kerja PLN ULP Samarinda Ilir sempat dihentikan mulai pukul 08.00 WITA dan baru kembali menyala pada pukul 12.46 WITA, atau terlambat 46 menit dari jadwal pemulihan yang diumumkan.
Penghentian sementara tersebut dikaitkan dengan gangguan pada sejumlah sistem pembangkit. PLN juga menyampaikan bahwa durasi pemadaman dapat berubah mengikuti kondisi kelistrikan di lapangan.
Sementara itu, pemadaman mendadak yang dilaporkan warga pada Rabu saat Magrib terjadi di sejumlah kawasan Samarinda Ilir dan Samarinda Utara. Berdasarkan informasi yang dihimpun, listrik padam sekitar satu jam.
Belum diketahui apakah pemadaman saat Magrib tersebut disebabkan gangguan pembangkit, jaringan distribusi, pemeliharaan, atau faktor lain.
Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi PLN Samarinda terkait penyebab pemadaman mendadak di Samarinda Ilir dan Samarinda Utara saat waktu shalat Magrib tersebut. (RED)






