Alhamdulillah! Samarinda Akhirnya Diguyur Hujan Deras, Begini Data Kualitas Udaranya

Alhamdulillah! Samarinda Akhirnya Diguyur Hujan Deras, Begini Data Kualitas Udaranya

HARIANKALTIM.COM – Hujan deras mengguyur sejumlah kawasan di Kota Samarinda, Sabtu (07/11/2026) siang. Setelah beberapa waktu dilanda cuaca panas, hujan yang turun disambut sukacita oleh warga.

Pantauan Hariankaltim.com, curahan air dari langit mulai terlihat sejak sekitar pukul 12.00 Wita

Guyuran yang berlangsung tak kurang satu jam itu cukup menyegarkan lingkungan sekaligus diharapkan mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebelum hujan turun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Kalimantan Timur.

Peringatan yang berlaku pukul 12.45 hingga 14.45 WITA itu mencakup Samarinda Utara dan Sambutan. Kedua wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir.

PARTIKEL
Selain perubahan cuaca, data pemantauan kualitas udara BMKG di Samarinda menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 yang berubah sepanjang Sabtu.

Berdasarkan tabel pada aplikasi BMKG, konsentrasi PM2.5 tercatat 24,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 08.00. Angka itu turun menjadi 18 µg/m³ pukul 09.00 dan 9,4 µg/m³ pukul 10.00.

Konsentrasi terendah tercatat pukul 11.00, yakni 6,1 µg/m³. Setelah itu, angkanya meningkat menjadi 16,8 µg/m³ pukul 12.00, sebelum kembali turun menjadi 12 µg/m³ pukul 13.00.

Pada pukul 14.00, konsentrasi PM2.5 tercatat 13,3 µg/m³. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 15,4 µg/m³ pukul 15.00 dan 23 µg/m³ pukul 16.00. Pada pukul 17.00, konsentrasinya kembali turun menjadi 13,6 µg/m³.

PM2.5 merupakan partikel debu berukuran sangat kecil, yakni 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Partikel ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru sehingga perlu diperhatikan dalam pemantauan kualitas udara.

Meski hujan dapat membantu mengurangi partikel polutan di udara, perubahan angka dalam tabel tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa penurunan PM2.5 disebabkan oleh hujan.

BMKG juga mengimbau masyarakat memperhatikan perkembangan cuaca dan berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika hujan disertai petir dan angin kencang.

Pengendara juga perlu mengurangi kecepatan saat melintasi jalan basah untuk menghindari risiko kecelakaan. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com