Kapan Kekeringan Akibat El Nino Berakhir? Oktober 2026, Awal Tahun Depan atau Mei 2027?

Kapan Kekeringan Akibat El Nino Berakhir? Oktober 2026, Awal Tahun Depan atau Mei 2027?

HARIANKALTIM.COM – Kapan kekeringan akibat El Niño berakhir? Pertanyaan ini muncul karena sejumlah perkiraan menyebut Oktober 2026, awal 2027, hingga Mei 2027.

Perbedaan tersebut perlu dilihat dari dua hal, yakni dampak El Niño terhadap Indonesia dan durasi fenomena El Niño di Pasifik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada September 2026 menyatakan El Niño masih berada pada kategori sangat kuat. Anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 mencapai +2,76 derajat Celsius pada Dasarian I September.

BMKG memperkirakan El Niño bertahan hingga awal 2027. Namun, kondisi itu tidak berarti Indonesia akan mengalami kekeringan dengan intensitas yang sama hingga tahun depan.

Oktober menjadi salah satu batas waktu karena berkaitan dengan peralihan musim. BMKG sebelumnya memprakirakan puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Juli–September. Memasuki Oktober, sejumlah wilayah mulai beralih ke musim hujan.

Meski demikian, curah hujan di bawah 50 milimeter per bulan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah pada Oktober. Pada November, wilayah dengan kondisi tersebut diperkirakan semakin terbatas.

Untuk Desember 2026 hingga Maret 2027, BMKG tidak memprakirakan adanya wilayah dengan peluang tinggi mengalami curah hujan di bawah 50 milimeter per bulan.

Artinya, Oktober bukan batas berakhirnya El Niño, tetapi periode ketika dampak kekeringan mulai berkurang di banyak wilayah Indonesia seiring datangnya musim hujan.

Perkiraan hingga Mei 2027 berbeda konteks. Angka tersebut berkaitan dengan proyeksi keberlangsungan El Niño di Pasifik, bukan perkiraan bahwa Indonesia akan mengalami kekeringan sampai Mei.

Climate Prediction Center (CPC) NOAA pada September 2026 masih memberikan peluang sangat tinggi El Niño bertahan hingga awal 2027. Peluangnya mencapai 100 persen untuk periode Oktober–Desember 2026 hingga Januari–Maret 2027, kemudian 97 persen pada Februari–April 2027 dan 82 persen pada Maret–Mei 2027.

NOAA pada 10 September 2026 juga menyebut El Niño masih menguat dan berpeluang lebih dari 90 persen mencapai kategori sangat kuat pada musim gugur dan musim dingin 2026–2027.

Dengan demikian, Oktober–November 2026 lebih berkaitan dengan mulai meredanya dampak kekeringan di Indonesia. Sementara itu, BMKG memperkirakan fenomena El Niño masih bertahan hingga awal 2027, sedangkan proyeksi NOAA masih mencakup periode Maret–Mei 2027.

Angka NOAA merupakan probabilitas, bukan tanggal pasti berakhirnya El Niño. Perubahan kondisi juga tidak berlangsung serentak di seluruh Indonesia sehingga perkembangan curah hujan tetap perlu mengacu pada pembaruan BMKG. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com