HARIANKALTIM.COM – Kalimantan Timur akan meraih bonus demografi pada tahun 2030, yang ditandai dengan lonjakan penduduk usia produktif. Namun, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi, sehingga bonus demografi tersebut tidak menjadi bumerang.
Kadispora Kaltim Agus Hari Kesuma (AHK) menyebut setidaknya ada tantangan bonus demografi yaitu peluang untuk generasi muda.
“Dengan penduduk yang mayoritas berusia produktif ini diharapkan dapat membantu mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ungkapnya (14/11/2023).
AHK menyampaikan pemuda memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi melalui berbagai usaha bisnis.
Ia juga menegaskan peran seorang pemuda yakni sebagai agen perubahan. Artinya pemuda memiliki tujuan membuat perubahan ke arah yang lebih baik. Pemuda sangat berperan penting dalam proses pemberdayaan masyarakat.
“Peran pemuda dalam bermasyarakat penting untuk memajukan bangsa, membantu mensejahterakan dan menjaga persatuan bangsa,” sambungnya.
Agus pun menyebut hal itu harus didorong melalui penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan yang terencana dan terpadu dalam pembangunan kepemudaan.
“Pemuda dianggap sebagai bonus demografi bagi Indonesia, mereka memiliki potensi dan peran strategis dalam pembangunan daerah,” tutup Agus Hari Kesuma. (ADV/FRI)

