KM Prince Soya Terbakar, Ternyata Bukan Kejadian Pertama

KM Prince Soya Terbakar, Ternyata Bukan Kejadian Pertama

HARIANKALTIM.COM — Kebakaran yang menimpa KM Prince Soya saat bersandar di Pelabuhan Samarinda, Sabtu (01/08/2026), ternyata bukan kejadian pertama.

Dari penelusuran Hariankaltim.com, kapal penumpang antarpulau tersebut juga pernah terbakar sekitar empat tahun lalu di Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulawesi Selatan.

Adapun insiden di Samarinda hari ini terjadi sekitar pukul 11.02 Wita ketika kapal bersiap melayani pelayaran menuju Parepare. Saat kejadian, penumpang belum naik ke kapal sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Samarinda, Yuliansyah, mengatakan petugas jaga pertama kali melihat kepulan asap dari kapal yang sedang bersandar.

KSOP kemudian berkoordinasi dengan Pelindo, kepolisian, dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk melakukan pemadaman.

Menurut dia, prioritas petugas adalah mengendalikan api agar tidak merambat ke bagian lain kapal maupun fasilitas pelabuhan.

Akibat kebakaran tersebut, pelayaran KM Prince Soya tujuan Parepare dibatalkan. KSOP menyatakan operator sedang menyiapkan kapal pengganti bagi calon penumpang.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun dugaan awal mengarah ke area tangki atau ruang yang berkaitan dengan penyimpanan oli.

Hanya saja, pihak kepolisian dan KSOP menegaskan penyebab pasti baru dapat dipastikan setelah proses olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan selesai.

KEBAKARAN 2022
Berdasarkan penelusuran, KM Prince Soya juga pernah mengalami kebakaran pada 13 Juli 2022 saat bersandar di Pelabuhan Nusantara Parepare.

Ketika itu, proses naik penumpang sudah berlangsung dan sekitar 200 calon penumpang berada di atas kapal.

Dugaan awal sumber api berasal dari area dapur atau ruang koki. Setelah kejadian, KSOP Parepare melarang kapal berlayar hingga pemeriksaan keselamatan selesai. Pelayaran menuju Samarinda pun dibatalkan.

Dengan insiden terbaru di Samarinda, KM Prince Soya tercatat mengalami dua kali kebakaran dalam kurun sekitar empat tahun.

Terulangnya insiden pada kapal yang sama membuat hasil penyelidikan kali ini menjadi penting.

Salah satu hal yang perlu dipastikan ialah apakah rekomendasi hasil investigasi kebakaran tahun 2022 telah dilaksanakan, termasuk kondisi sistem keselamatan kapal sebelum kembali dioperasikan.

Selain itu, perlu dipastikan kapan kapal terakhir menjalani docking, pemeriksaan berkala, serta penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sebelum insiden terjadi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak operator maupun pemilik KM Prince Soya mengenai penyebab kebakaran, tingkat kerusakan kapal, maupun langkah yang akan ditempuh setelah kejadian. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com