Laksanakan P5, SDN 007 Samarinda Ulu Bimbing Siswa Manfaatkan Barang Bekas Jadi Bermanfaat

Laksanakan P5, SDN 007 Samarinda Ulu Bimbing Siswa Manfaatkan Barang Bekas Jadi Bermanfaat

HARIANKALTIM.COM – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Samarinda Ulu, Sabtu (11/02/2023), melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka itu mengambil tema “Gaya hidup Berkelanjutan
Aktifitas: Memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat”.

Pelaksanaannya digelar di halaman sekolah yang beralamat di Jalan Piano, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.

“P5 ini sangat bermanfaat bagi peserta didik, antara lain untuk memperkuat karakter dan melatih kemampuan anak memecahkan masalah dalam pelbagai kondisi, serta menunjukkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan alam,” ungkap Kepala SDN 007 Samarinda Ulu, Sri Mulyati MPd kepada media ini.

Laksanakan P5, SDN 007 Samarinda Ulu Bimbing Siswa Manfaatkan Barang Bekas Jadi Bermanfaat

Dalam proses pembuatan prakarya dari barang bekas ini, ratusan siswa-siswi dari kelas 1 hingga 4 itu dipandu oleh tim guru pembimbing.

Wali Kelas 1, Sumiati mengatakan kegiatan ini mendapat dukungan positif karena penerapan Kurikulum Merdeka Belajar yang dilakukan dengan pelbagai strategi dan metode dalam pembelajaran, salah satunya memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat ini.

“Projek yang kami laksanakan ini mendapat dukungan dari kepala sekolah, paguyuban, dan dewan guru lainnya,” katanya.

Sadiyem, Wali Kelas 4 menambahkan kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan dan kreatifitas para siswa.

“Kita harapkan projek ini terus dapat berlanjut dan berkesinambungan dilakukan pembinaan kepada para siswa-siswi, sehingga apa yang menjadi tujuan bersama dapat tercapai,” harapnya.

Dalam P5 kali ini, para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah, yakni organik, anorganik, dan bahan berbahaya atau beracun.

Sampah organik, contohnya sampah dapur, sisa makan, kulit buah, daun, ranting, sayuran, dan buah-buahan

Sedangkan sampah anorganik, di antaranya logam, plastik, kaca, keramik, kertas, dan sebagainya.

Adapun sampah bahan berbahaya dan beracun atau disingkat B3, misalnya botol bekas pengharum ruangan, pemutih pakaian, pembersih kaca, pengkilat kayu, pembasmi serangga, dan batu baterai. (Media Partner/AN)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com