SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Siapa Sebenarnya Pemilik Tanah 1 Ha di Jl Pulau Panjang Tanjung Redeb, Berau?

Siapa Sebenarnya Pemilik Tanah 1 Ha di Jl Pulau Panjang Tanjung Redeb, Berau?

Kasus mafia tanah saat ini tengah ramai diperbincangkan di seantero negeri.

Hanya saja, pihak pemilik tanah yang telah disahkan secara hukum, belakangan ini rupanya juga ikut terkena imbasnya.

Hal inilah yang dirasakan H Jurianto, salah seorang ahli waris sebidang lahan di Jalan Pulau Panjang, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

Pensiunan PDAM Kota Samarinda ini bercerita ihwal sengketa lahan milik ayahnya di pusat ibukota Bumi Batiwakkal tersebut.

Polemik kepemilikan tanah seluas kurang lebih 1 hektare itu memang telah mereda seiring eksekusi pada 30 Mei 2016 silam, yang melibatkan ratusan petugas keamanan.

Tapi, ia mengatakan, pasca eksekusi, terdapat sejumlah orang yang mengaku memiliki sertifikat, melakukan gugatan balik.

Menurut Jurianto, seluruh gugatan tersebut akhirnya kandas.

Mulai dari pengadilan hingga Mahkamah Agung.

“Sekitar setengah bulan lalu putusan PK (Peninjauan Kembali)-nya keluar. Gugatan mereka ditolak,” ujarnya.

Makanya, ia menegaskan, dengan fakta ini membuktikan bahwa pihaknya memang sebagai pemilik sah lahan tersebut.

“Jadi, maaf, kami bukan mafia tanah seperti tudingan yang kami dengar,” ujarnya kepada HarianKaltim.com, Rabu (08/12/2021).

Ia pun kemudian merunut historis lahan yang kini ditumbuhi semak belukar itu.

Siapa Sebenarnya Pemilik Tanah 1 Ha di Jl Pulau Panjang Tanjung Redeb, Berau?

“Tanah itu dulunya hutan, kemudian pada 1962 dibuka dan dijadikan sawah oleh almarhum ayah saya. Nama beliau Supardi, meninggal dunia pada 2004 lalu,” tuturnya.

Selanjutnya pada 1966, kepemilikannya disahkan lewat Surat Keputusan (SK) Gubernur, dengan luasan sekitar 2,4 hektare.

“Tahun 1979, sebagian lahan dibeli oleh Pemkab Berau, sehingga tersisa 10.360 meter persegi,” ujarnya.

Namun seiring waktu, lanjut Jurianto, di atas lahan “sisa” tersebut berdiri sebuah bangunan tempat tinggal yang kemudian diikuti munculnya rumah-rumah lainnya hingga keseluruhan berjumlah 41 unit.

“Saat kami tegur, ngakunya punya sertifikat. Padahal tahun dokumen mereka paling lama cuma 1984. Kalau surat kami ‘kan lebih tua, tahun 1966,” beber Bendahara Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Pejuang 45 Kota Samarinda ini.

Siapa Sebenarnya Pemilik Tanah 1 Ha di Jl Pulau Panjang Tanjung Redeb, Berau?
H Jurianto, salah satu ahli waris pemilik lahan sekitar 1 Ha di Jl Pulau Panjang, Tanjung Redeb

Disampaikan, pada 1994 dilakukanlah gugatan hukum oleh adik kandungnya, Kumala Jaya, selaku ahli waris yang diberi kuasa oleh ayahnya.

“Alhamdulillah, kami selalu menang sampai putusan inkrah PK pada 2002,” kata Jurianto.

Dalam putusan itu, lanjut dia, MA memang sudah memerintahkan eksekusi, namun baru bisa terlaksana pada 2014.

“Tapi eksekusi itu gagal karena mendapat perlawanan. Nah, baru kemudian pada 2016 berhasil dieksekusi. Kami juga memberikan santunan tali asih dan uang bongkaran,” tukasnya.