Event  

Wabup Rendi Terkejut Lihat Tingginya Antusias Peserta Festival Mancing Idaman

Wabup Rendi Terkejut Lihat Tingginya Antusias Peserta Festival Mancing Idaman

HARIANKALTIM.COM – Dengan suasana penuh kegembiraan walau hari sedikit berawan, tidak mematahkan semangat para pemancing untuk mengikuti lomba bertajuk Festival Mancing Idaman.

Hal tersebut langsung mendapatkan apresiasi Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin saat membuka acara di Istana Danau, Komplek Stadion Aji Imbut Tenggarong, Minggu (20/11/2022).

Wabup mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan Festival Mancing Idaman.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga beserta seluruh jajaran, Bapak Kapolres yang Insya Allah juga ikut bergabung dengan kita memancing hari ini, serta yang mewakili Bapak Dandim yang kami banggakan, dan kami cintai para angler para pemancing se-Kabupaten Kutai Kartanegara,” ucap Rendi.

Ia mengaku terkejut dengan antusias para peserta, karena tidak hanya sebatas dari Tenggarong saja.

“Informasinya yang kami dengar, bukan hanya dari sekitaran wilayah Tenggarong saja ada tetapi dari wilayah hulu, ada juga dari wilayah pesisir Kabupaten Kukar. Terima kasih atas kehadiran para angler sejati Kabupaten Kukar yang ikut meramaikan Festival Mancing Idaman tahun 2022 pada hari ini,” lanjutnya.

Rendi juga menyampaikan festival ini untuk memuaskan hasrat para penghobi mancing yang ada di Kukar.

Wabup Rendi Terkejut Lihat Tingginya Antusias Peserta Festival Mancing Idaman

“Ada total 2 ton ikan di kolam yang baru kita isi hari ini, dan peserta hari ini kurang lebih 500 orang,” ujarnya.

Ia juga sedikit membocorkan bahwa di tahun depan akan ada festival semacam ini dengan skala yang lebih besar.

“Insya Allah karena ini perdana, tahun depan kita tingkatkan jumlah pesertanya dan akan kita perbaiki lokasi pemancingannya karena kita mengetahui bahwa Kabupaten Kukar memiliki pesona alam yang luar biasa,” ujarnya.

Disampaikan pula, pada 2022 ini alokasi anggarannya kurang lebih Rp200 juta, maka 2023 mendatangi dipastikan lebih meningkat. “Sudah disiapkan Rp500 juta untuk kegiatan mancing,” ujar Rendi.

Rendi mengaku bahwa Festival Mancing ini merupakan sebuah bentuk perwujudan janji kampanye tahun 2020 lalu.

“Festival ini juga selaras dengan visi misi atau janji Bupati dan Wakil Bupati Kukar tahun 2020 kemarin, bahwa akan ada 100 festival yang akan dilaksanakan selama periode kepemimpinan kami menjabat,” terangnya.

Diterangkan, agenda 100 Kukar Kaya Festival itu bukan cuma pergelaran konser expo ataupun penampilan seni budaya, namun juga memfasilitasi kegiatan olahraga dan penggiat hobi.

“Ini merupakan agenda perdana sejak pandemi, semoga tahun-tahun berikutnya Covid-19 sudah tidak ada lagi di Kukar, sehingga kita bisa memaksimalkan program 100 Kukar Kaya Festival yang dilaksanakan baik di Dinas Pemuda dan Olahraga ataupun Dinas Pariwisata,” ucapnya.

PANITIA SEMPAT BINGUNG

Dalam kesempatan itu, Kadispora Kukar Aji Ali Husni menyampaikan festival ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda.

“Memang jadwalnya kami buat secara beragenda sehingga Desember nanti tetap ada even kegiatan yang memang dari bagian rangkaian festival,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa antusias para pecinta joran melengkung ini sangat luar biasa sekali.

Bahkan link pendaftaran baru dibuka sehari, target kuota peserta langsung terpenuhi.

Wabup Rendi Terkejut Lihat Tingginya Antusias Peserta Festival Mancing Idaman

“Bahkan panitia sampai kebingungan lantaran masih banyak yang ingin mengikuti namun tidak bisa. Sesuai dengan standar kita 500 orang, makanya tidak lama langsung kita tutup,” tuturnya.

Merespon tingginya antusias tersebut, Ali menyampaikan ke depannya akan kembali memberikan wadah bagi para pemancing.

“Jadi antusias ini tentunya kami mengambil timbal balik yang sangat positif. Ke depannya kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan┬ádan tadi sesuai yang disampaikan pimpinan, Pak Wabup dan Pak Bupati, even ini akan ditambah nantinya dengan lomba memancing di laut,” ujarnya.

Tak menutup kemungkinan, lanjut Ali, digelar kembali pada bulan-bulan selanjutnya, namun tidak melalui anggaran pemerintah daerah.

“Tapi pemerintah daerah memfasilitasi komunitas, kemudian pihak sponsor dapat melaksanakan di tempat yang sama seperti itu,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan beberapa harapannya agar tempat ini dapat menjadi wahana hiburan tersendiri maupun rekreasi keluarga untuk meluangkan waktu memancing bersama.

“Harapan kami ke depan, jangan sampai lokasi ini nanti digunakan oleh orang-orang yang mungkin mencari ikan dengan cara yang tidak benar seperti meracuni, atau menggunakan setrum,” pesannya.

Selain itu, untuk kegiatan-kegiatan mendatang akan diperbanyak, begitu pula hadiah-hadiahnya juga akan ditingkatkan.

“Kemudian harapan terakhir kita adalah kegiatan ini bagian dari hiburan masyarakat, sehingga kami harap masyarakat juga merasa terhibur dan merasa dilayani oleh Pemerintah Kabupaten,” pungkas pejabat muda yang dikenal ramah ini. (AH)