Wagub Minta BWS dan Pemkot Samarinda Kerja Sama Optimalkan Waduk Benanga untuk Tangani Banjir

Wagub Minta BWS dan Pemkot Samarinda Kerja Sama Optimalkan Waduk Benanga untuk Tangani Banjir

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, mengimbau Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Pemerintah Kota Samarinda segera bekerja sama mengoptimalkan Waduk Benanga untuk pengendalian banjir.

Lahan 20 hektar di sekitar waduk diharapkan dapat menampung sedimentasi 500-600 ribu kubik, yang penting untuk pengelolaan air dan pengurangan risiko banjir.

Hal ini disampaikan Seno dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait Penyusunan Masterplan Pengelolaan dan Penataan Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus di Ballroom Hotel Midtown Samarinda, Kamis (12/06/2025).

Seno menegaskan komitmen Pemprov Kaltim untuk mendukung penuh pengelolaan Sub DAS Karang Mumus, baik dalam bentuk perhatian maupun bantuan keuangan.

Pada 2026, Pemprov mengusulkan anggaran Rp867,54 miliar untuk penuntasan penanganan banjir segmen Muara hingga Bendungan Lempake.

“Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan tanggul, pintu klep, dan rumah pompa,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov juga merencanakan alokasi anggaran Rp231,53 miliar pada 2026 untuk mengendalikan banjir di Sungai Karang Mumus.

Dana ini akan digunakan untuk membangun enam segmen yang diharapkan dapat mengurangi banjir di area seluas 239 hektar.

Seno menambahkan, Pemprov menargetkan pengurangan genangan banjir hingga 2030 dengan cakupan 30.000 hektar dan anggaran Rp380 miliar.

Dengan kolaborasi BWS dan Pemkot, diharapkan pengendalian banjir di Kaltim dapat segera tercapai, membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. (ZYN/ADV/DISKOMINFO)

ENGLISH VERSION
The Deputy Governor of East Kalimantan, H. Seno Aji, urged the Balai Wilayah Sungai (BWS) and the Samarinda City Government to immediately collaborate in optimizing the Benanga Reservoir for flood control.

A 20-hectare area around the reservoir is expected to accommodate 500-600 thousand cubic meters of sediment, which is crucial for water management and reducing flood risks.

This was conveyed by Seno during a Focus Group Discussion (FGD) on the Development of the Master Plan for Management and Arrangement of the Sub-Watershed (DAS) Karang Mumus, held at the Ballroom of Hotel Midtown Samarinda on Thursday, June 12, 2025.

Seno emphasized the East Kalimantan Provincial Government’s commitment to fully supporting the management of the Sub-DAS Karang Mumus, both in terms of attention and financial assistance.

In 2026, the provincial government proposes a budget of IDR 867.54 billion for the completion of flood management from the Muara segment to the Lempake Dam.

“This funding will be used for the construction of levees, sluice gates, and pump houses,” he said.

Additionally, the provincial government plans to allocate a budget of IDR 231.53 billion in 2026 to control flooding in the Karang Mumus River.

These funds will be used to build six segments, which are expected to reduce flooding in an area of 239 hectares.

Seno added that the provincial government aims to reduce flood inundation by 30,000 hectares by 2030, with a budget allocation of IDR 380 billion.

With the collaboration between BWS and the Samarinda City Government, it is hoped that flood control in East Kalimantan can be achieved soon, bringing positive impacts to both the community and the environment. (ADV/RED4/a)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com