HARIANKALTIM.COM – Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora yang juga Ketua Nasional Hari Sumpah Pemuda ke-94, Dr HM Asrorun Niam Sholeh bersama dengan Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah melepas Kirab Pemuda Nusantara yang bertema “From Kutai Kartanegara the Imperium Nusantara to Ibu Kota Nusantara” di Kedaton Kutai Kartanegara, hari ini Kamis 27 Oktober 2022.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan, agenda peringatan Hari Sumpah Pemuda 2022 ini dirangkai pelepasan Kirab Pemuda Nusantara menuju titik nol kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Atas nama Pemkab Kukar, saya menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada Menteri Pemuda dan Olahraga yang menetapkan salah satu titik start Kirab Pemuda Nusantara menuju titik nol, dimulai dari Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Bupati.
Seperti diketahui Kirab ini ada dua titik. Selain Tenggarong, Kemenpora juga memilih Balikpapan dengan tujuan titik nol.
“Kami berharap khususnya para generasi muda bahwa apa yang telah kita lakukan hari ini harus menjadi salah satu lembaran sejarah seiring dengan perintah Presiden Jokowi terkait pemindahan ibukota negara ke Provinsi Kalimantan Timur,” papar Edi.

Diharapkan, kegiatan ini tidak sekadar seremoni yang hanya riang gembira, namun menjadi salah satu motivasi untuk terus mengobarkan semangat pemuda untuk terus mengisi dan menimba ilmu guna mempersiapkan masa depan, sehingga dalam pemindahan ibukota ini agar mampu bersaing dengan pemuda-pemuda nusantara.
Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan MoU dengan 14 perguruan tinggi di Kalimantan Timur yang merupakan dari bagian dan langkah konkret dalam mengembangkan sumber daya manusia.
“Salah satu programnya adalah meningkatkan standar kompetensi para guru, sehingga apabila gurunya berkualitas maka murid-muridnya pasti juga berkualitas, karena kita ada program seribu guru sarjana,” papar Edi.
Selain itu, disampaikan pula, Pemkab Kukar memberikan beasiswa bekerjasama dengan Bank KaltimTara khusus kepada anak-anak yatim piatu karena peristiwa pandemi Covid-19.
“Kami menjamin biaya pendidikannya dari satuan pendidikan tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi, saya berharap program ini dikelola dengan baik sehingga dapat berjalan dengan baik,” harapnya.
Sementara, sambutan Deputi Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh menjelaskan, Kirab Pemuda Nusantara ini merupakan perjalanan sejarah yang secara simbolik menyambungkan antara sejarah masa lalu dan masa depan.

Dikatakan, 94 tahun lalu anak muda dengan berbagai suku, agama, ras dan berbagai latar belakang berkumpul, bertekad dan berkomitmen untuk satu Indonesia, satu nusa, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia yang merupakan cikal bakal komitmen persatuan Indonesia hingga 1945 diproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
“Itu adalah tonggak-tonggak sejarah kepeloporan dan keberperanan kaum muda,” ungkapnya.
Ditambahkan, setiap 100 tahun akan ada reformer, akan ada pembaharu, yang akan menjadi tokoh di dalam memperbaiki kondisi bangsa,dan Indonesia memiliki optimisme pada saat 2045 saat Indonesia merdeka 100 tahun, dengan kreativitas dan inovasi anak muda.
“Presiden dan juga pemangku kepentingan menyiapkan lahan, lapak dan juga infrastruktur untuk sejarah masa depan dengan ibukota Nusantara di Kalimantan Timur ini,” paparnya.
Ditegaskan, Ibukota Nusantara adalah untuk kepentingan masadepan Indonesia. Untuk itu Kirab Pemuda Nusantara hari ini merupakan napak tilas sejarah masa lalu dengan kejayaan Kutai Kartanegara sebagai salah satu imperium nusantara yang sudah menorehkan sejarah suksesnya. (AH/ADV/DISPORA)







