DTPHP Kutim Perkuat Surveilans Hewan, Pemeriksaan Laboratorium Diperluas Demi Cegah Wabah

DTPHP Kutim Perkuat Surveilans Hewan, Pemeriksaan Laboratorium Diperluas Demi Cegah Wabah

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memperluas cakupan surveilans penyakit hewan sebagai bagian dari langkah preventif menjaga ketahanan pangan daerah. Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP), pemeriksaan kesehatan ternak kini dilakukan secara lebih sistematis, berbasis data laboratorium, dan disertai filter dini melalui rapid test di lapangan.

Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, menyebut peningkatan pengawasan ini penting karena Kutim memiliki wilayah peternakan yang tersebar luas dan rawan terhadap pergerakan penyakit antarwilayah.

“Setiap tahun kami turun mengambil sampel di kecamatan-kecamatan. Pemeriksaan laboratorium kami gunakan untuk memastikan tidak ada penyakit menular yang berkembang,” katanya.

Dyah menjelaskan bahwa petugas kini dibekali rapid test sebagai alat deteksi cepat sebelum sampel dikirim ke laboratorium. Langkah ini, menurutnya, memperkuat respon awal terhadap potensi penyakit.

“Rapid test menjadi pintu masuk identifikasi. Kalau ada indikasi reaktif, tim langsung melakukan pelacakan lanjutan,” ujarnya.

Selain memperketat pengawasan teknis, DTPHP juga memperkuat koordinasi dengan penyuluh dan kelompok ternak. Tujuannya agar informasi dini dari peternak dapat diterima lebih cepat. Dyah menegaskan bahwa mitigasi tidak bisa bersifat reaktif.

“Kalau wabah sudah menyebar, kerugiannya bisa besar, baik bagi peternak maupun pemerintah. Surveilans adalah investasi paling efektif,” kata dia.

Pemerintah daerah juga menyiapkan integrasi data pemeriksaan agar distribusi ternak dapat diawasi lebih akurat. Langkah ini akan dipadukan dengan rencana peningkatan kapasitas laboratorium daerah untuk mempercepat hasil uji penyakit unggas dan ruminansia.

Dyah berharap program ini menjadi fondasi bagi penguatan industri peternakan lokal. “Jika ternak sehat, maka rantai pangan kita aman. Ini pekerjaan bersama yang butuh kesadaran peternak dan dukungan masyarakat,” tutupnya. (ADV/Diskominfo Kutim/Jen)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com