Kanwil Kemenag Kaltim dukung KPK Sepakat Bangun Budaya Integritas Lewat Safari Keagamaan

Kanwil Kemenag Kaltim dukung KPK Sepakat Bangun Budaya Integritas Lewat Safari Keagamaan

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur menggelar Safari Keagamaan Antikorupsi dengan tema “Peran Serta Masyarakat Keagamaan Dalam Upaya Pemberantasan Korupsi”, Selasa, (25/11/2025).

Kegiatan ini merupakan upaya KPK memperkuat peran serta para tokoh dan pemuka agama guna membangun budaya antikorupsi yang dinilai berdampak negatif serta merugikan banyak pihak.

Bertempat di Aula Kerukunan Gedung Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 orang yang diantaranya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur (Drs. H. Abdul Khaliq, M.Pd.), Tokoh Agama, Pimpinan Pondok Pesantren, Kepala Madrasah, Penyuluh Agama, Guru Agama, Pengawas Madrasah, Para Penghulu, serta seluruh ASN Kanwil Kemenag Provinsi Kaltim.

Kanwil Kemenag Kaltim dukung KPK Sepakat Bangun Budaya Integritas Lewat Safari Keagamaan

Plh. Kepala Satuan Tugas 2 Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Bunga A. S. Abadiyah dalam sambutannya menjelaskan bahwa KPK dalam melaksanakan pemberantasan korupsi dijalankan melalui trisula strategi KPK, yaitu pendidikan, pencegahan, dan penindakan.

“Penindakan merupakan hal paling penting untuk memberikan efek jera kepada para pelaku korupsi, namun agar hal tersebut dapat terealisasi, harus pula disertai dengan upaya kesadaran serta menciptakan karakter antikorupsi di masyarakat,” jelasnya.

Di sisi pendidikan, Bunga juga menambahkan bahwa KPK telah berupaya menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini di berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya ialah dengan menggandeng para tokoh dan pemuka agama dalam menanamkan nilai-nilai integritas dan keagamaan.

“Ajaran agama memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, yakni membentuk moral serta perilaku yang jujur. Maka dengan cara itu, pendidikan antikorupsi tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di setiap ruang ibadah dan dalam praktik kehidupan sosial,” tambahnya.

Kegiatan Safari Keagamaan Antikorupsi yang digelar di Kanwil Kemenag Provinsi Kaltim ini, menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara KPK RI dan Kementerian Agama guna membentuk pendidikan moral, etika, dan integritas di tengah masyarakat Kalimantan Timur. (RS)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com