Dua Pasar Baru di Teluk Pandan dan Bengalon Siap Beroperasi, Disperindag Percepat Finalisasi Akhir

Dua Pasar Baru di Teluk Pandan dan Bengalon Siap Beroperasi, Disperindag Percepat Finalisasi Akhir

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mempercepat penyelesaian pembangunan dua pasar rakyat baru di Teluk Pandan dan Bengalon. Langkah ini ditempuh untuk memperbaiki akses perdagangan warga kecamatan dan memenuhi kebutuhan fasilitas ekonomi yang selama bertahun-tahun belum tersedia secara layak.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, menyampaikan bahwa perkembangan konstruksi sudah memasuki tahap akhir. Menurutnya, tim teknis kini menyelesaikan pekerjaan minor seperti pengecekan instalasi, kelistrikan, drainase, hingga pembagian blok pedagang.

“Secara fisik bangunan sudah berdiri semua. Kami sedang memastikan seluruh fasilitas dasar berjalan baik agar pasar dapat langsung digunakan tanpa kendala. Target kami tetap akhir Desember,” ujarnya.

Nora menjelaskan bahwa keberadaan pasar formal sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok. Selama ini, warga Teluk Pandan dan Bengalon banyak mengandalkan pedagang keliling, pasar insidental, atau harus ke kecamatan lain untuk membeli barang harian.

“Ketika tidak ada pasar resmi, pola transaksi masyarakat tidak terkontrol. Harga sulit dipantau karena pedagang tidak berada di satu titik. Dengan pasar baru, semua menjadi lebih terukur,” katanya.

Disperindag juga telah menyiapkan pedoman tata kelola pasar, termasuk model zonasi, sistem kebersihan, area bongkar muat, hingga mekanisme pengawasan barang beredar. Nantinya, aparatur kecamatan akan dilibatkan dalam pengelolaan operasional harian agar pasar berjalan konsisten dan tertib.

“Kami tidak ingin pasar hanya dibangun tetapi tidak terurus. Karena itu, sebelum dibuka kami siapkan pedagang dengan pelatihan dasar mengenai sanitasi, ketertiban, dan penggunaan fasilitas,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa dua pasar baru ini ditujukan untuk memperkuat kemandirian ekonomi kecamatan. Dengan adanya pusat perdagangan permanen, pemerintah berharap UMKM tumbuh dan wirausaha baru muncul.

“Warga tidak perlu lagi keluar kecamatan untuk berbelanja. Perputaran ekonomi akan lebih terasa di daerah mereka sendiri,” pungkasnya. (ADV/Diskominfo Kutim/Jen).

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com