Kutim Perkuat Fondasi Distribusi Barang Pokok Lewat Kerja Sama Antardaerah

Kutim Perkuat Fondasi Distribusi Barang Pokok Lewat Kerja Sama Antardaerah

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sedang menata ulang arsitektur distribusi barang pokok untuk mengurangi kerentanan pasokan selama ini. Langkah strategis yang kini dipersiapkan adalah kerja sama pemasokan antardaerah dengan agen besar dari Surabaya, Sulawesi, dan Samarinda. Pemerintah menilai pendekatan berbasis MoU akan memberikan kepastian suplai yang selama ini tergantung pada pola distribusi pasar yang tidak teratur.

Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, mengatakan kebijakan ini disusun untuk menciptakan kepastian pasokan yang menjadi fondasi stabilitas harga. Sebagai daerah nonprodusen, Kutim sangat bergantung pada jalur distribusi luar daerah.

“Kita tidak punya basis produksi besar. Karena itu, solusi terbaik adalah membangun kerja sama pasokan yang terikat secara formal,” ujarnya.

Skema MoU tersebut memungkinkan pemasok Surabaya dan Sulawesi menyediakan kuota khusus bagi Kutim. Dengan suplai yang dijamin, pemerintah akan lebih mudah menyusun kebijakan harga dan memastikan barang pokok tetap tersedia bahkan pada periode konsumsi tinggi.

“Kalau aliran barang jelas, kita bisa mengantisipasi potensi gejolak lebih cepat,” kata Dony.

Pemerintah juga menyiapkan mekanisme integrasi data stok antara distributor dan Disperindag agar proses distribusi bisa dipantau secara real-time. Upaya ini sejalan dengan kebijakan penguatan logistik 2026 yang menitikberatkan pada efisiensi dan kepastian distribusi.

Selain pangan, pemerintah juga mulai membuka peluang kerja sama untuk pasokan semen dan bahan bangunan. Ini dilakukan karena material konstruksi telah masuk daftar kebutuhan strategis di Kutim. Lonjakan pembangunan membuat pasokan dari luar harus lebih terorganisasi.

“Pembangunan butuh barang datang tepat waktu. Karena itu jaringan pasokan harus diperkuat,” jelas Dony.

Ia menegaskan bahwa kerja sama pasokan tersebut bukan sekadar transaksi ekonomi, tetapi pondasi bagi stabilitas harga dan percepatan pembangunan daerah.

Dony menutup pernyataannya dengan optimisme, “Ini ikhtiar jangka panjang agar Kutai Timur tidak lagi bergantung pada pasokan acak yang membuat pasar mudah bergejolak.” (ADV/Diskominfo Kutim/Jen).

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com