HARIANKALTIM.COM, SANGATTA — Perkembangan sektor film dan videografi di Kutai Timur (Kutim) dalam tiga tahun terakhir membuat pemerintah daerah menyiapkan kebijakan baru yang lebih terarah. Dorongan ini muncul setelah sejumlah karya sineas muda dari Kutim lolos kurasi festival tingkat nasional, sekaligus mendapat apresiasi dari komunitas film di luar daerah. Fenomena tersebut dinilai menjadi penanda bahwa subsektor film mulai menegaskan posisinya sebagai bagian penting dari ekonomi kreatif lokal.
Dinas Pariwisata Kutim memonitor bahwa karya–karya itu diproduksi dengan peralatan serba terbatas. Sebagian besar kamera, perangkat audio, hingga lighting merupakan milik komunitas dan swadaya kreator. Namun, kualitas teknis dan kekuatan cerita tetap dapat bersaing di berbagai ajang regional. Karena itu, pemerintah memasukkan subsektor film dalam daftar lima prioritas ekraf unggulan.
Kepala Bidang Ekraf Dispar Kutim, Ahmad Rifanie, menyebut perkembangan tersebut membutuhkan penanganan kebijakan yang sistematis.
“Selama ini anak-anak muda sudah mampu menunjukkan kemampuan yang solid, bahkan beberapa filmnya menembus event nasional. Tetapi kapasitas mereka perlu dinaikkan lewat pelatihan, pendampingan, dan kebijakan yang memastikan keberlanjutan program, bukan sekadar kegiatan sekali lewat,” ujarnya.
Rifanie mengatakan pemerintah tengah menyiapkan kurikulum pelatihan sinematografi, penyutradaraan, penulisan skenario, serta editing. Pemerintah juga mengkaji penyediaan ruang pemutaran film reguler dan festival daerah agar karya sineas Kutim bisa rutin ditayangkan.
Dalam rancangan jangka panjang, subsektor film diarahkan menjadi mitra penguatan promosi pariwisata melalui karya dokumenter dan film pendek. Pemerintah menilai ruang ini strategis karena konten videografi menjadi kebutuhan utama dalam pemasaran destinasi.
“Produksi film, videografi wisata, hingga dokumentasi kegiatan membuka rantai ekonomi yang cukup besar. Kami ingin kreator lokal yang mengisi peluang ini dan menjadikannya ruang kerja baru bagi generasi muda Kutim,” timpal Rifanie. (ADV/Diskominfo Kutim/Jen)








