Wali Murid Keluhkan Portal SPMB Samarinda tak Bisa Diakses, Dua Dinas Buka Suara

Wali Murid Keluhkan Portal SPMB Samarinda tak Bisa Diakses, Dua Dinas Buka Suara

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM — Portal resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Samarinda tahun ajaran 2026 hingga kini belum dapat diakses publik, meski alamat website tersebut telah dicantumkan dalam materi sosialisasi resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda.

Saat diakses melalui alamat spmb.samarindakota.go.id, situs tersebut menampilkan pesan error ERR_NAME_NOT_RESOLVED atau alamat server tidak ditemukan.

Keluhan masyarakat pun mulai bermunculan di media sosial. Sejumlah warga mengaku tidak dapat membuka link pendaftaran yang dipublikasikan dalam poster resmi SPMB 2026.

“Link pendaftaran tidak bisa dibuka, min,” tulis salah satu akun di kolom komentar Instagram Disdikbud Samarinda, sebagaimana dilihat Hariankaltim.com, Rabu (20/05/2026).

Dalam poster resmi yang beredar, Disdikbud Samarinda telah mempublikasikan tahapan penerimaan siswa baru tingkat SMP tahun ajaran 2026, lengkap dengan alamat website SPMB.

Berdasarkan jadwal tersebut, penerimaan jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi dibuka pada 11–17 Juni 2026. Sementara jalur domisili dijadwalkan berlangsung pada 22–26 Juni 2026.

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Disdikbud Samarinda, Ibnu Araby, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Diskominfo serta tim pelaksana SPMB terkait persoalan tersebut.

“Nanti coba dicek ke Diskominfo dan tim SPMB. Sesuai jadwal, portal direncanakan aktif pada awal Juni,” ujar Ibnu Araby.

Terpisah, Sekretaris Diskominfo Kota Samarinda, Suparmin, menjelaskan portal tersebut memang belum resmi diluncurkan karena masih berada dalam tahap pengembangan.

“Portal memang belum resmi diluncurkan karena masih berada di server pengembangan,” jelas Suparmin.

Ia menambahkan, saat ini sistem masih memasuki tahap user acceptance test (UAT) bersama Dinas Pendidikan.

“Jadwal kami akhir Mei melakukan user acceptance test bersama Dinas Pendidikan. Selanjutnya, awal Juni direncanakan masuk tahap live production,” tambahnya.

Meski demikian, kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai kesiapan infrastruktur digital SPMB Samarinda. Sebab, sosialisasi kepada masyarakat telah lebih dahulu berjalan, sementara portal yang dicantumkan dalam materi publikasi belum dapat diakses.

Apalagi, sistem penerimaan siswa baru berbasis online umumnya mengalami lonjakan trafik menjelang pembukaan pendaftaran. Jika tidak dipersiapkan secara matang, gangguan server berpotensi menghambat proses pendaftaran masyarakat. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com